{"id":146978,"date":"2025-10-31T08:50:01","date_gmt":"2025-10-31T00:50:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=146978"},"modified":"2025-10-31T08:50:01","modified_gmt":"2025-10-31T00:50:01","slug":"razia-brutal-demo-nasional-meledak-di-brasil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/razia-brutal-demo-nasional-meledak-di-brasil\/","title":{"rendered":"Razia Brutal, Demo Nasional Meledak di Brasil"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>RIO DE JANEIRO<\/strong> \u2013 Kota terbesar kedua di Brasil itu kembali memanas. Ratusan warga turun ke jalan di kawasan Penha, Rio de Janeiro, memprotes operasi besar-besaran kepolisian yang menewaskan sedikitnya 132 orang. Mereka menilai tindakan aparat bukan lagi penegakan hukum, melainkan pembantaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam unjuk rasa yang dikutip Al Jazeera, massa membawa bendera Brasil berlumur cap tangan merah, simbol darah dan kemarahan terhadap tindakan aparat. \u201cPembunuh! Pembunuh!\u201d teriak massa di depan gedung pemerintahan Penha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu pengunjuk rasa, Barbara Barbosa, tak kuasa menahan tangis. Ia kehilangan anaknya dalam operasi tersebut. \u201cIni pembantaian,\u201d ujarnya kepada CBS News. Bagi Barbara, operasi itu bukan untuk menangkap pelaku kriminal, tapi justru menewaskan warga tak bersalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aktivis hak asasi manusia, Rute Sales, juga lantang bersuara. Ia mempertanyakan moralitas dan hukum negara yang seolah memberi ruang untuk eksekusi di jalanan. \u201cApakah kita punya hukuman mati?\u201d katanya menantang aparat dan pemerintah daerah, Kamis, (30\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demonstrasi itu menuntut Gubernur Rio de Janeiro mundur, menuding pemerintah gagal mengendalikan aparatnya yang bertindak di luar batas kemanusiaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Razia besar itu disebut-sebut sebagai upaya polisi Brasil memburu anggota geng narkoba Comando Vermelho (Komando Merah). Operasi tersebut melibatkan ratusan personel bersenjata, helikopter, kendaraan lapis baja, hingga drone. Namun, alih-alih memberantas kejahatan, tindakan brutal aparat justru menimbulkan duka mendalam di tengah masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Brasil, Lula da Silva, turut menanggapi keras insiden itu. \u201cKita butuh kerja sama yang terarah untuk memukul pusat perdagangan narkoba tanpa mengorbankan nyawa polisi, anak-anak, dan keluarga yang tak bersalah,\u201d tulisnya di X (Twitter). Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh menjadi dalih untuk membenarkan pembunuhan massal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan para pengacara keluarga korban menambah muram suasana. Albino Pereira, kuasa hukum beberapa keluarga korban, mengatakan banyak jenazah ditemukan dengan luka bakar, tangan terikat, bahkan kepala terpenggal. \u201cSebagian tubuh korban menunjukkan tanda-tanda penyiksaan,\u201d ujarnya. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RIO DE JANEIRO \u2013 Kota terbesar kedua di Brasil itu kembali memanas. Ratusan warga turun ke jalan di kawasan Penha, Rio de Janeiro, memprotes operasi besar-besaran kepolisian yang menewaskan sedikitnya 132 orang. Mereka menilai tindakan aparat bukan lagi penegakan hukum, melainkan pembantaian. Dalam unjuk rasa yang dikutip Al Jazeera, massa membawa bendera Brasil berlumur cap &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":146979,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2254],"tags":[13055],"class_list":["post-146978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-berita-internasional","tag-demo-brasil"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=146978"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":146980,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146978\/revisions\/146980"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/146979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=146978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=146978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=146978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}