{"id":147033,"date":"2025-10-31T11:50:59","date_gmt":"2025-10-31T03:50:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=147033"},"modified":"2025-10-31T11:50:59","modified_gmt":"2025-10-31T03:50:59","slug":"rem-blong-atau-ngebut-dua-pelajar-terpental-di-kotim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rem-blong-atau-ngebut-dua-pelajar-terpental-di-kotim\/","title":{"rendered":"Rem Blong atau Ngebut? Dua Pelajar Terpental di Kotim!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KOTAWARINGIN TIMUR <\/b>\u2014 Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar kembali terjadi di ruas padat Jalan Jenderal Sudirman, KM 2, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (30\/10\/2025) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden antara sepeda motor dan mobil boks itu menambah daftar panjang kecelakaan yang menimpa remaja di wilayah tersebut. Dua korban, yang diduga masih pelajar, mengalami luka setelah motor mereka menghantam sisi kendaraan pengangkut barang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang saksi mata, Awi (45), tukang bengkel mobil di sekitar lokasi, mengaku kaget mendengar suara keras sesaat sebelum kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya lagi kerja di bengkel, tiba-tiba terdengar suara nyaring \u2018bruk!\u2019 khas benda keras bertabrakan. Begitu saya tengok, ternyata ada motor dan mobil boks yang tabrakan,\u201d ujarnya saat ditemui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, kedua remaja itu datang dari arah Polres Kotim menuju Bundaran Burung dengan kecepatan tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari arah timur ke barat, motor itu melaju cukup kencang. Waktu itu ada mobil boks mau belok, dan motor langsung menabrak bagian samping mobil,\u201d jelas Awi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benturan keras membuat pengendara motor terpental cukup jauh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang bawa motor itu tidak pakai helm. Dari telinganya keluar darah, dan sempat pingsan beberapa menit,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara temannya yang dibonceng mengalami luka ringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang satu lagi sempat teriak-teriak saja. Tapi yang bawa motor parah, kepalanya kena benturan keras,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awi menduga penyebab kecelakaan bukan hanya karena kelalaian, tapi juga faktor teknis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTadi sempat ditanya. Katanya remnya blong, jadi begitu mobil belok separuh langsung ditabrak dari samping,\u201d katanya. Ia menaksir laju sepeda motor sekitar 50 kilometer per jam.\u201c Sekitar 50-an kecepatannya, lumayan kencang untuk jalan situ,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa masih banyak pelajar di Kotim yang belum mematuhi aturan berkendara, termasuk kewajiban memakai helm dan memastikan kendaraan laik jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat berharap pihak berwenang memperketat pengawasan lalu lintas di area kota yang ramai pelajar agar insiden serupa tidak terus berulang di kemudian hari. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2014 Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar kembali terjadi di ruas padat Jalan Jenderal Sudirman, KM 2, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (30\/10\/2025) sore. Insiden antara sepeda motor dan mobil boks itu menambah daftar panjang kecelakaan yang menimpa remaja di wilayah tersebut. Dua korban, yang diduga masih pelajar, mengalami luka setelah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":147037,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2266],"tags":[1100],"class_list":["post-147033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-tabrakan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=147033"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":147038,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147033\/revisions\/147038"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=147033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=147033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=147033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}