{"id":147133,"date":"2025-10-31T17:32:01","date_gmt":"2025-10-31T09:32:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=147133"},"modified":"2025-10-31T17:33:52","modified_gmt":"2025-10-31T09:33:52","slug":"dari-nol-ke-15-kg-pentol-sehari-jalie-inspirasi-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dari-nol-ke-15-kg-pentol-sehari-jalie-inspirasi-umkm\/","title":{"rendered":"Dari Nol ke 15 Kg Pentol Sehari, Jalie Inspirasi UMKM"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>SAMARINDA <\/b>\u2013 Di tengah ketatnya persaingan kuliner jalanan di Samarinda, \u201cPentol Bang Jalie\u201d muncul sebagai salah satu usaha yang mampu bertahan dan tetap diminati pelanggan. Berawal dari masa sulit pandemi Covid-19 tahun 2020, Jalie memulai usahanya dari nol dengan gerobak sederhana dan berjualan keliling. Kini, usahanya telah berkembang pesat dan memiliki pelanggan tetap di kawasan Jalan Ir. Sutami, Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-147136\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323286-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323286-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323286-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323286-768x576.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323286.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/>Selama dua tahun pertama, Jalie berjualan berpindah-pindah mulai dari sekitar rumah hingga daerah Sungai Kunjang. Seiring meningkatnya popularitas pentol buatannya, Jalie memutuskan untuk menetap di satu lokasi agar lebih mudah dijangkau pelanggan. Pentol Bang Jalie dikenal memiliki cita rasa khas dengan varian rasa seperti daging, keju, dan lombok yang menjadi favorit pembeli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1230\" data-end=\"1500\">\u201cUsaha ini saya mulai sejak 2020, waktu pandemi. Awalnya keliling dari rumah ke Sungai Kunjang, baru sekarang ini menetap di Jalan Sutami. Alhamdulillah sudah tiga tahun di sini, dan pelanggan makin banyak,\u201d ujar Jalie saat ditemui di lapaknya pada Kamis (30\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum membuka usaha sendiri, Jalie sempat bekerja ikut orang lain selama satu tahun untuk belajar membuat pentol dan memahami cara mengelola jualan. Pengalaman itu menjadi modal penting baginya untuk berani memproduksi dan menjual pentol buatannya sendiri. Kini, Jalie mampu menjual sekitar 15 kilogram pentol setiap hari, dengan pentol rasa keju sebagai menu paling laris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1887\" data-end=\"2078\">\u201cYang paling banyak dicari itu pentol keju. Tapi yang daging dan lombok juga banyak penggemarnya. Saya jaga terus kualitasnya biar rasanya tetap enak dan pelanggan nggak bosan,\u201d kata Jalie.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-147138\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323285-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323285-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323285-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323285-768x576.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/6062369016191323285.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/>Meski usaha kecil, Jalie menghadapi tantangan, terutama saat penjualan menurun di hari-hari sepi. Namun, ia tetap menjaga semangat dan konsistensi. Ia juga bersyukur selama berjualan tidak pernah mengalami gangguan keamanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2310\" data-end=\"2474\">\u201cKadang kalau sepi ya ada sisa, tapi alhamdulillah aman saja selama ini. Semoga masakan saya makin enak dan pelanggan makin banyak ke depan,\u201d ujarnya penuh harap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan ketekunan dan rasa percaya diri, \u201cPentol Bang Jalie\u201d kini bukan sekadar usaha kuliner, tetapi simbol keteguhan pelaku UMKM lokal dalam menghadapi masa sulit dan berkembang di tengah dinamika kota Samarinda. Kisah Jalie menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kecil lainnya untuk tetap inovatif, konsisten, dan menjaga kualitas demi mempertahankan pelanggan. []\n<p>Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Di tengah ketatnya persaingan kuliner jalanan di Samarinda, \u201cPentol Bang Jalie\u201d muncul sebagai salah satu usaha yang mampu bertahan dan tetap diminati pelanggan. Berawal dari masa sulit pandemi Covid-19 tahun 2020, Jalie memulai usahanya dari nol dengan gerobak sederhana dan berjualan keliling. Kini, usahanya telah berkembang pesat dan memiliki pelanggan tetap di kawasan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":147134,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,37,1],"tags":[433],"class_list":["post-147133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","category-serba-serbi","tag-umkm"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=147133"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":147139,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147133\/revisions\/147139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=147133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=147133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=147133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}