{"id":147576,"date":"2025-11-03T15:17:55","date_gmt":"2025-11-03T07:17:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=147576"},"modified":"2025-11-03T15:17:55","modified_gmt":"2025-11-03T07:17:55","slug":"heboh-pelajar-nunukan-ditangkap-usai-tiduri-pacar-di-bawah-umur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/heboh-pelajar-nunukan-ditangkap-usai-tiduri-pacar-di-bawah-umur\/","title":{"rendered":"Heboh! Pelajar Nunukan Ditangkap Usai Tiduri Pacar di Bawah Umur"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"266\"><strong>NUNUKAN<\/strong> \u2013 Hubungan asmara yang awalnya tampak manis berubah menjadi kasus hukum yang menghebohkan warga Nunukan. Seorang remaja pria berinisial N (18) kini harus berurusan dengan polisi setelah diduga menyetubuhi kekasihnya sendiri yang masih berusia 15 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"268\" data-end=\"573\">Kasus ini bermula ketika orang tua korban, sebut saja <em data-start=\"322\" data-end=\"329\">Bunga<\/em> (bukan nama sebenarnya), melapor ke Polsek Nunukan karena sang anak tidak kunjung pulang sejak Minggu (19\/10\/2025) sore. Gadis itu sebelumnya berpamitan untuk belajar ke rumah teman sekitar pukul 14.00 WITA, namun hingga malam tak ada kabar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"575\" data-end=\"1075\">Keluarga yang panik langsung melakukan pencarian ke berbagai tempat hingga akhirnya menemukan korban pada Senin (20\/10\/2025) sekitar pukul 02.00 WITA di rumah seorang remaja laki-laki yang ternyata adalah pacarnya sendiri. \u201cOrang tua korban merasa keberatan karena anaknya menginap di rumah seorang laki-laki tanpa izin. Keduanya langsung kami bawa ke Mapolsek Nunukan untuk dimintai keterangan,\u201d jelas Kapolsek Nunukan, Iptu Disco Barasa, didampingi Kasi Humas Ipda Sunarwan, Minggu (02\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1077\" data-end=\"1460\">Awalnya polisi mengira kasus ini hanya pelanggaran norma sosial. Namun setelah dilakukan interogasi mendalam, terungkap fakta mengejutkan. Dari pengakuan korban, ia telah disetubuhi pelaku sebanyak dua kali selama menjalin hubungan asmara. \u201cPelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Saat ini sudah kami amankan di Mapolsek Nunukan untuk proses hukum lebih lanjut,\u201d ungkap Iptu Barasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1462\" data-end=\"1685\">Polisi kini berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nunukan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban serta memastikan proses hukum berjalan sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1687\" data-end=\"1878\">Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (1) dan (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1880\" data-end=\"2072\">\u201cKasus ini jadi pengingat bagi semua pihak, terutama orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya. Cinta tidak bisa dijadikan alasan untuk melanggar hukum,\u201d tegas Iptu Barasa. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1880\" data-end=\"2072\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2013 Hubungan asmara yang awalnya tampak manis berubah menjadi kasus hukum yang menghebohkan warga Nunukan. Seorang remaja pria berinisial N (18) kini harus berurusan dengan polisi setelah diduga menyetubuhi kekasihnya sendiri yang masih berusia 15 tahun. Kasus ini bermula ketika orang tua korban, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya), melapor ke Polsek Nunukan karena &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":147577,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[2500],"class_list":["post-147576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-nunukan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=147576"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147576\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":147578,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147576\/revisions\/147578"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147577"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=147576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=147576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=147576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}