{"id":147588,"date":"2025-11-03T15:38:49","date_gmt":"2025-11-03T07:38:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=147588"},"modified":"2025-11-03T15:38:49","modified_gmt":"2025-11-03T07:38:49","slug":"polisi-turun-gunung-kutai-timur-aman-dari-balapan-liar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polisi-turun-gunung-kutai-timur-aman-dari-balapan-liar\/","title":{"rendered":"Polisi Turun Gunung! Kutai Timur Aman dari Balapan Liar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"315\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> \u2013 Suara sirene membelah malam di sejumlah ruas jalan Kutai Timur, Minggu malam (02\/11\/2025) hingga Senin dini hari (03\/11\/2025). Unit Turjawali Satlantas Polres Kutim kembali menggelar patroli blue light dengan kekuatan penuh untuk memburu para pelaku balap liar dan mencegah kecelakaan di jalur rawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"317\" data-end=\"643\">Patroli ini bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah nyata menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas di wilayah Kutim yang belakangan sering diwarnai aksi kebut-kebutan remaja di jalanan. Personel kepolisian menyisir beberapa titik strategis seperti Jalan Yos Sudarso, Pendidikan, hingga jalur menuju kawasan Bukit Pelangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"645\" data-end=\"966\">Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra, menegaskan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pihaknya menjaga keselamatan masyarakat. \u201cKami akan memberikan teguran serta tindakan tegas kepada pelaku balap liar guna memberikan efek jera,\u201d ujarnya tegas, Minggu (02\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"968\" data-end=\"1166\">Menurutnya, aksi balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara lain. \u201cBalapan liar membahayakan diri sendiri dan orang lain,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1168\" data-end=\"1399\">Kehadiran personel Satlantas di jalanan hingga dini hari turut memberikan rasa aman bagi warga yang masih beraktivitas malam hari. Polisi memastikan tidak ada ruang bagi para pelanggar lalu lintas yang mengganggu ketertiban umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1401\" data-end=\"1753\">Patroli ini juga menjadi bagian dari program Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang digencarkan Polres Kutim untuk menekan angka kecelakaan di wilayah tersebut. Setiap pengendara yang melanggar aturan langsung diberikan peringatan keras, bahkan tidak sedikit yang kendaraannya diamankan di tempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1755\" data-end=\"2186\">Selain itu, AKP Rezky mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan di jalan. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. \u201cKami berharap masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir. Patroli blue light ini bentuk nyata keseriusan kami dalam menjaga keamanan jalan, dan kami harap warga turut mendukung dengan selalu tertib berlalu lintas,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2188\" data-end=\"2355\">Dengan komitmen ini, Polres Kutim ingin memastikan bahwa malam di Kutai Timur tetap menjadi waktu yang aman, bukan arena balapan berbahaya yang bisa merenggut nyawa. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2188\" data-end=\"2355\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR \u2013 Suara sirene membelah malam di sejumlah ruas jalan Kutai Timur, Minggu malam (02\/11\/2025) hingga Senin dini hari (03\/11\/2025). Unit Turjawali Satlantas Polres Kutim kembali menggelar patroli blue light dengan kekuatan penuh untuk memburu para pelaku balap liar dan mencegah kecelakaan di jalur rawan. Patroli ini bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah nyata menjaga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":147589,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,480],"tags":[846],"class_list":["post-147588","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=147588"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147588\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":147593,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147588\/revisions\/147593"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=147588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=147588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=147588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}