{"id":147599,"date":"2025-11-03T15:55:57","date_gmt":"2025-11-03T07:55:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=147599"},"modified":"2025-11-03T15:55:57","modified_gmt":"2025-11-03T07:55:57","slug":"tradisi-emas-paser-terus-hidup-gulat-jadi-kebanggaan-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-emas-paser-terus-hidup-gulat-jadi-kebanggaan-daerah\/","title":{"rendered":"Tradisi Emas Paser Terus Hidup, Gulat Jadi Kebanggaan Daerah!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"298\"><strong>PASER<\/strong> \u2013 GOR Desa Tapis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mendadak bergemuruh pada Sabtu (01\/11\/2025). Suara sorak, tepuk tangan, dan teriakan semangat mewarnai Kejuaraan Daerah (Kejurda) Gulat <em data-start=\"203\" data-end=\"226\">Bupati Paser Cup 2025<\/em> yang mempertemukan puluhan pegulat muda dari berbagai penjuru Kaltim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"300\" data-end=\"522\">Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga simbol kebangkitan semangat olahraga di daerah. Sebanyak 80 atlet putra dan putri dari sembilan kabupaten\/kota turun ke matras untuk membuktikan kemampuan terbaik mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"524\" data-end=\"760\">\u201cTarget kami sebenarnya 10 kabupaten\/kota, namun Kabupaten Berau belum sempat mengirimkan atletnya. Meski begitu, antusiasme dari daerah lain sangat luar biasa,\u201d ujar Ketua PGSI Kabupaten Paser, Noviandra, pada Minggu (02\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"762\" data-end=\"1153\">Awalnya, kejuaraan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, dari Jumat (31\/10\/2025) hingga Minggu (02\/11\/2025). Namun berkat kesiapan panitia dan disiplin peserta, seluruh pertandingan rampung lebih cepat dari jadwal. \u201cKegiatan berjalan efektif dan seluruh partai final bisa diselesaikan sehari lebih awal. Ini menunjukkan kesiapan panitia serta kedisiplinan para atlet dan pelatih,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1155\" data-end=\"1549\">Lebih dari sekadar perebutan medali, Bupati Paser Cup menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit unggul gulat Kalimantan Timur. Hasil kejurda tahun ini dijadikan acuan pembentukan tim gulat Kaltim untuk Porprov 2026. \u201cSeluruh atlet Paser telah dipastikan lolos untuk pra-Porprov. Kami akan menurunkan 30 kelas di Porprov nanti dengan target mempertahankan tradisi emas,\u201d tegas Noviandra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1551\" data-end=\"1933\">Kebanggaan lain datang dari pegulat asal Paser, Anshar Ramadhani, yang kini memperkuat tim nasional Indonesia untuk SEA Games 2025 di Thailand pada 9\u201320 Desember mendatang. \u201cAnshar saat ini sedang menjalani pelatnas dan telah resmi masuk skuad Indonesia. Ini bukti bahwa pembinaan gulat di Paser berbuah hasil nyata hingga ke level internasional,\u201d ungkapnya dengan bangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1935\" data-end=\"2223\">Bupati Paser Cup 2025 menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung olahraga gulat, sekaligus mempererat silaturahmi antar pelatih dan pengurus cabang olahraga se-Kaltim. Dengan suksesnya ajang ini, Paser semakin kokoh sebagai \u201clumbung pegulat tangguh\u201d di Kalimantan Timur. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1935\" data-end=\"2223\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASER \u2013 GOR Desa Tapis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mendadak bergemuruh pada Sabtu (01\/11\/2025). Suara sorak, tepuk tangan, dan teriakan semangat mewarnai Kejuaraan Daerah (Kejurda) Gulat Bupati Paser Cup 2025 yang mempertemukan puluhan pegulat muda dari berbagai penjuru Kaltim. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga simbol kebangkitan semangat olahraga di daerah. Sebanyak 80 atlet &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":147600,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,26,477],"tags":[540],"class_list":["post-147599","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-paser","tag-kabupaten-paser"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147599","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=147599"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147599\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":147601,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147599\/revisions\/147601"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=147599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=147599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=147599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}