{"id":147696,"date":"2025-11-04T09:15:10","date_gmt":"2025-11-04T01:15:10","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=147696"},"modified":"2025-11-04T09:15:10","modified_gmt":"2025-11-04T01:15:10","slug":"buruh-makassar-tewas-ditikam-rekan-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/buruh-makassar-tewas-ditikam-rekan-kerja\/","title":{"rendered":"Buruh Makassar Tewas Ditikam Rekan Kerja!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"358\"><strong>SULAWESI SELATAN<\/strong>\u00a0\u2014 Tragis! Seorang buruh harian berinisial MA (28) meregang nyawa usai ditikam rekannya sendiri di lokasi kerja, Jalan Bangkala, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (03\/11\/2025). Pelaku berinisial RL (46), yang merupakan rekan kerja korban, berhasil ditangkap polisi tidak lama setelah kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"360\" data-end=\"583\">Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, membenarkan insiden ini. \u201cIya benar, telah terjadi tindak pidana dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (04\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"585\" data-end=\"831\">Peristiwa berdarah itu terjadi ketika korban sedang sibuk mengangkut pasir ke dalam truk. Tanpa disadari, pelaku muncul dari belakang dan secara tiba-tiba menyerang korban dengan senjata tajam jenis badik, menikamnya beberapa kali di tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"833\" data-end=\"1003\">\u201cKetika korban sedang mengikat tali di mobil truk, pelaku langsung melakukan penikaman beberapa kali ke arah tubuh korban dengan menggunakan badik,\u201d jelas Kompol Yusuf.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1005\" data-end=\"1228\">Akibat serangan tersebut, MA tersungkur dengan luka parah dan kehilangan banyak darah. Rekan kerja sempat berupaya menolong dan membawanya ke rumah sakit, namun nyawa korban tak tertolong dan meninggal di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1230\" data-end=\"1470\">Polisi segera mengamankan pelaku beserta barang bukti, berupa sebilah badik lengkap dengan sarung berwarna coklat. Berdasarkan informasi awal, motif penganiayaan diduga dipicu sakit hati pelaku terhadap korban yang kerap menantangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1472\" data-end=\"1591\">\u201cMasih kita dalami motifnya. Sementara ini, antara korban dan pelaku diduga ada kesalahpahaman,\u201d tambah Kompol Yusuf.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1593\" data-end=\"1751\">Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi lingkungan kerja agar tetap mengedepankan komunikasi dan menghindari perselisihan yang berpotensi berujung fatal. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1593\" data-end=\"1751\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SULAWESI SELATAN\u00a0\u2014 Tragis! Seorang buruh harian berinisial MA (28) meregang nyawa usai ditikam rekannya sendiri di lokasi kerja, Jalan Bangkala, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (03\/11\/2025). Pelaku berinisial RL (46), yang merupakan rekan kerja korban, berhasil ditangkap polisi tidak lama setelah kejadian. Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, membenarkan insiden ini. \u201cIya benar, telah terjadi tindak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":147697,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35,9393],"tags":[10302],"class_list":["post-147696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","category-sulawesi-selatan","tag-sulawesi-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=147696"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":147698,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147696\/revisions\/147698"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=147696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=147696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=147696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}