{"id":147779,"date":"2025-11-04T16:05:34","date_gmt":"2025-11-04T08:05:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=147779"},"modified":"2025-11-04T16:05:34","modified_gmt":"2025-11-04T08:05:34","slug":"kades-jelaskan-soal-aksi-sawit-di-jalan-rusak-kotim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kades-jelaskan-soal-aksi-sawit-di-jalan-rusak-kotim\/","title":{"rendered":"Kades Jelaskan Soal Aksi Sawit di Jalan Rusak Kotim"},"content":{"rendered":"<p class=\"sr-only\" style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2013 Aksi warga Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang menanam pohon sawit di tengah jalan rusak kini viral di media sosial. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki meski sudah dikeluhkan selama bertahun-tahun.<\/p>\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] thread-sm:[--thread-content-margin:--spacing(6)] thread-lg:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] thread-lg:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"84cbacd2-2274-48cf-84d7-b3cc6db8fd60\" data-message-model-slug=\"gpt-5\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"333\" data-end=\"626\">Menanggapi viralnya aksi tersebut, Kepala Desa Bagendang Hilir, Karliansyah, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak menutup mata terhadap keluhan warganya. Namun, menurutnya, jalan yang menjadi sorotan publik itu bukan merupakan kewenangan pemerintah desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"628\" data-end=\"829\">\u201cJalan yang dimaksud itu adalah Jalan Padat Karya, dari Desa Bagendang Hilir ke arah utara. Jalan itu bukan milik desa, tapi merupakan jalan kabupaten,\u201d jelas Karliansyah, Selasa (04\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"831\" data-end=\"1033\">Ia menambahkan, hingga kini Dinas Pekerjaan Umum (PU) masih memfokuskan proyek pengaspalan di jalur arah selatan. \u201cBelum terealisasi karena masih melanjutkan pengaspalan ke arah selatan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1035\" data-end=\"1335\">Karliansyah menegaskan, setelah proyek di bagian selatan selesai, maka jalur utara termasuk wilayah RT 02 akan menjadi prioritas perbaikan berikutnya. \u201cBila sudah selesai dikerjakan ke arah selatan, maka baru dikerjakan ke arah utara. Ini jalan kabupaten, bukan jalan desa,\u201d ujarnya menegaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1337\" data-end=\"1600\">Pernyataan ini disampaikan untuk meredakan keresahan warga RT 02 yang merasa diabaikan oleh pemerintah setempat. Karliansyah memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada instansi berwenang agar segera dilakukan penanganan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1602\" data-end=\"1814\">Sebelumnya, warga RT 02 melakukan aksi kreatif namun bernada protes dengan menanam pohon sawit di tengah jalan rusak. Foto dan video aksi itu viral di media sosial, mengundang banyak komentar dari warganet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1816\" data-end=\"2078\">Ketua RT 02, M.A. Kurnadi, membenarkan aksi tersebut. Ia menuturkan, jalan di wilayahnya telah rusak selama puluhan tahun tanpa ada perbaikan berarti. \u201cSudah lama, sudah empat kali ganti kades. Kalau tidak salah sekitar 20 tahun belum diperbaiki,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2080\" data-end=\"2261\">Kurnadi menyebut, kondisi jalan yang berlubang dan becek saat hujan sangat mengganggu aktivitas warga. \u201cKalau hujan, kendaraan susah lewat. Anak sekolah pun kesulitan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2263\" data-end=\"2497\">Selain jalan rusak, ia juga menyoroti buruknya sistem drainase yang membuat air sering meluap dan mempercepat kerusakan jalan. \u201cDrainase juga perlu diperhatikan, supaya air tidak menggenangi jalan setiap kali hujan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2499\" data-end=\"2655\">Warga berharap aksi mereka menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar perbaikan jalan segera direalisasikan, bukan sekadar janji yang terus berulang. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2499\" data-end=\"2655\">Admin03<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2013 Aksi warga Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang menanam pohon sawit di tengah jalan rusak kini viral di media sosial. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki meski sudah dikeluhkan selama bertahun-tahun. Menanggapi viralnya aksi tersebut, Kepala Desa Bagendang Hilir, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":147780,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[8824],"class_list":["post-147779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-kotawaringin-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=147779"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":147781,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147779\/revisions\/147781"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=147779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=147779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=147779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}