{"id":148024,"date":"2025-11-05T15:47:52","date_gmt":"2025-11-05T07:47:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=148024"},"modified":"2025-11-05T15:47:52","modified_gmt":"2025-11-05T07:47:52","slug":"pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/","title":{"rendered":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> \u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu. Menurutnya, posisi tenaga honorer yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat tak bisa sekadar dihapus tanpa solusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"910\" data-end=\"1079\">\u201cPosisi honorer selama ini bersinggungan langsung dengan masyarakat. Jangan sampai pembatasan anggaran justru mengorbankan pelayanan maksimal,\u201d ujarnya, Selasa (04\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arif menegaskan, banyak tenaga honorer yang memiliki kemampuan dan dedikasi tinggi. Karena itu, pemerintah daerah harus memiliki mekanisme selektif yang tetap memberi ruang bagi mereka yang terbukti berprestasi dan berintegritas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1316\" data-end=\"1450\">\u201cHarus ada formula khusus ketika honorer memiliki kualifikasi dan prestasi dalam kinerja. Pemda harus bisa memfasilitasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Arif, keterbatasan anggaran tidak semestinya dijadikan dalih untuk menyingkirkan tenaga honorer yang selama ini menopang jalannya pelayanan publik. Ia menilai, jika pemerintah daerah gagal menjaga keseimbangan antara efisiensi dan keberlanjutan layanan, yang akan dikorbankan adalah masyarakat sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh, ia menyoroti dampak sosial dari kebijakan tersebut. Ribuan tenaga honorer di berbagai instansi daerah adalah pencari nafkah utama bagi keluarga mereka. Hilangnya status dan pendapatan berisiko menambah beban pengangguran dan ketimpangan sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2028\" data-end=\"2182\">\u201cPemerintah harus hadir dengan solusi lain agar tidak menambah beban ekonomi keluarga. Honorer yang betul-betul dibutuhkan harus diberdayakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arif juga mengingatkan agar honorer yang belum menunjukkan kinerja maksimal tidak serta-merta disingkirkan, melainkan dapat dialihkan ke sektor lain sesuai kebutuhan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, penghapusan tenaga honorer bukan sekadar soal penghematan anggaran, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup banyak keluarga dan stabilitas sosial daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2538\" data-end=\"2693\">\u201cIni bukan sekadar soal anggaran, tapi soal keberlangsungan pelayanan dan ekonomi keluarga. Maka perlu kebijakan yang betul-betul bijaksana,\u201d pungkasnya. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN \u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":148025,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[13220,9375,13215,13217,13219,13221,13223,12728,13216,13224,13218,13222],"class_list":["post-148024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-asn-daerah","tag-efisiensi-anggaran","tag-honorer-2026","tag-kebijakan-asn","tag-kebijakan-pusat","tag-krisis-sosial","tag-nasib-honorer","tag-pelayanan-publik","tag-penghapusan-honorer","tag-reformasi-birokrasi","tag-tenaga-honorer-banjarmasin","tag-tenaga-kontrak-pemerintah"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"BANJARMASIN \u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu.\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Fajar Hidayat\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan! - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"BANJARMASIN \u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu.\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-05T07:47:52+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-05T07:47:52+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan! - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"BANJARMASIN \u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu.\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#blogposting\",\"name\":\"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan! - Berita Borneo\",\"headline\":\"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan!\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi00\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/FotoJet-63-2443265065.webp\",\"width\":750,\"height\":500},\"datePublished\":\"2025-11-05T15:47:52+08:00\",\"dateModified\":\"2025-11-05T15:47:52+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ASN daerah, Efisiensi Anggaran, honorer 2026, kebijakan ASN, kebijakan pusat, krisis sosial, nasib honorer, pelayanan publik, penghapusan honorer, reformasi birokrasi, tenaga honorer Banjarmasin, tenaga kontrak pemerintah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Selatan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Banjarmasin\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Banjarmasin\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#listItem\",\"name\":\"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan!\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan!\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Banjarmasin\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi00\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi00\\\/\",\"name\":\"Fajar Hidayat\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f1948b2684ed9d9b82b586216f35c6e86049e91666a0a90c2973772d8869c11b?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Fajar Hidayat\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/\",\"name\":\"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan! - Berita Borneo\",\"description\":\"BANJARMASIN \\u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi00\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi00\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/FotoJet-63-2443265065.webp\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#mainImage\",\"width\":750,\"height\":500},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-11-05T15:47:52+08:00\",\"dateModified\":\"2025-11-05T15:47:52+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan! - Berita Borneo","description":"BANJARMASIN \u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu.","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#blogposting","name":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan! - Berita Borneo","headline":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan!","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi00\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/FotoJet-63-2443265065.webp","width":750,"height":500},"datePublished":"2025-11-05T15:47:52+08:00","dateModified":"2025-11-05T15:47:52+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#webpage"},"articleSection":"Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ASN daerah, Efisiensi Anggaran, honorer 2026, kebijakan ASN, kebijakan pusat, krisis sosial, nasib honorer, pelayanan publik, penghapusan honorer, reformasi birokrasi, tenaga honorer Banjarmasin, tenaga kontrak pemerintah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Selatan","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Banjarmasin"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","position":3,"name":"Banjarmasin","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#listItem","name":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan!"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#listItem","position":4,"name":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan!","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Banjarmasin"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi00\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi00\/","name":"Fajar Hidayat","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f1948b2684ed9d9b82b586216f35c6e86049e91666a0a90c2973772d8869c11b?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Fajar Hidayat"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/","name":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan! - Berita Borneo","description":"BANJARMASIN \u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu.","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi00\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi00\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/FotoJet-63-2443265065.webp","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#mainImage","width":750,"height":500},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/#mainImage"},"datePublished":"2025-11-05T15:47:52+08:00","dateModified":"2025-11-05T15:47:52+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan! - Berita Borneo","og:description":"BANJARMASIN \u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu.","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-11-05T07:47:52+00:00","article:modified_time":"2025-11-05T07:47:52+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan! - Berita Borneo","twitter:description":"BANJARMASIN \u2014 Wacana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer mulai 1 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran baru di daerah. Di balik tujuan efisiensi anggaran, kebijakan ini dinilai berpotensi memicu krisis sosial dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Pengamat kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Rahman Hakim, menilai pemerintah daerah tak bisa tinggal diam menghadapi kebijakan itu.","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"148024","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2025-11-05 07:47:57","updated":"2025-11-05 07:47:57","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/\" title=\"Kalimantan Selatan\">Kalimantan Selatan<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/\" title=\"Banjarmasin\">Banjarmasin<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan!\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Selatan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/"},{"label":"Banjarmasin","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/"},{"label":"Pengabdian Dihapus, Anggaran Diselamatkan!","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengabdian-dihapus-anggaran-diselamatkan\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=148024"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":148026,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148024\/revisions\/148026"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/148025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=148024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=148024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=148024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}