{"id":148504,"date":"2025-11-07T13:56:27","date_gmt":"2025-11-07T05:56:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=148504"},"modified":"2025-11-07T13:56:27","modified_gmt":"2025-11-07T05:56:27","slug":"akhir-sunyi-penjual-sapu-tua-di-kota-kaya-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/akhir-sunyi-penjual-sapu-tua-di-kota-kaya-sungai\/","title":{"rendered":"Akhir Sunyi Penjual Sapu Tua di Kota Kaya Sungai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> \u2014 Nasib tragis menimpa Syamsuddin, pria lanjut usia berusia 80 tahun yang selama ini menggantungkan hidupnya dengan berjualan sapu keliling. Ia ditemukan meninggal dunia di aliran anak sungai Teluk Dalam, tepat di seberang SMKN 5 Banjarmasin, pada Kamis (06\/11\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penemuan jasad Syamsuddin bermula dari kepedulian sekelompok anak-anak yang tengah bermain di sekitar sungai. Mereka melihat sosok tubuh manusia mengambang tertelungkup di antara tumpukan sampah, lalu segera memberi tahu seorang pedagang bensin eceran di seberang jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTak ada yang tahu bagaimana ceritanya sampai tercebur ke sungai. Untung ada anak-anak yang menemukan,\u201d ujar Ketua RT 2 Pelambuan, Prakarsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga Gang Purnawirawan, Jalan Sutoyo S, Pelambuan, Banjarmasin Barat, itu diketahui masih terlihat pagi harinya. \u201cKatanya jasadnya masih baru. Soalnya pagi tadi hingga siang warga masih sempat melihat korban,\u201d lanjut Prakarsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama 13 tahun terakhir, Syamsuddin hidup sederhana di rumah milik saudara kandungnya yang kini tinggal di Sampit. Untuk bertahan hidup, ia menjual sapu dari rumah ke rumah. \u201cKorban sehari-hari bertahan hidup dengan menjual sapu keliling. Sementara rumah ini milik saudaranya yang sekarang berdomisili di Sampit, jauh dari kota dan susah sinyal,\u201d ungkap Prakarsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut warga, Syamsuddin dikenal ramah dan rajin beribadah. Ia kerap terlihat di musala meski tubuhnya sudah renta. \u201cSepengetahuan kami, almarhum tidak sedang sakit. Ya, mungkin terpeleset, dan tak ada yang melihat saat kejadian,\u201d kata Prakarsa. \u201cTubuhnya juga sudah uzur, kalau jalan gemetaran,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah jasad ditemukan, warga sempat bingung soal biaya pemakaman. Keluarga korban sulit dihubungi karena tinggal jauh dan tidak memiliki biaya untuk pulang. \u201cDitelepon tidak dapat tersambung, coba dikirimi pesan, alhamdulillah dijawab,\u201d ujar Prakarsa.<br data-start=\"2243\" data-end=\"2246\" \/>\u201cKeluarga di sana bilang makamkan saja dengan pertolongan sosial. Katanya tidak bisa pulang ke Banjarmasin karena tak memiliki uang. Jadi kata keluarga, terserah kepada kami,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya, warga RT 2 Pelambuan sepakat bergotong royong mengurus pemakaman Syamsuddin. \u201cKarena semua mengenal almarhum, ia juga bagian dari jemaah musala. Jadi kami bantu seikhlasnya,\u201d ujar Prakarsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum dimakamkan, jasad Syamsuddin dibawa ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum.<br data-start=\"2740\" data-end=\"2743\" \/>Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol M Noor Chaidir melalui Kanit Reskrim Iptu Indra Permadi, mengatakan hasil pemeriksaan medis masih dalam proses. \u201cHasil visum masih belum, masih berproses dan diperiksa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kematian Syamsuddin meninggalkan pesan sunyi di tengah hiruk-pikuk kota: masih banyak warga lanjut usia yang hidup sebatang kara, bertahan dari dagangan kecil, dan berakhir tanpa keluarga di sisi mereka. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN \u2014 Nasib tragis menimpa Syamsuddin, pria lanjut usia berusia 80 tahun yang selama ini menggantungkan hidupnya dengan berjualan sapu keliling. Ia ditemukan meninggal dunia di aliran anak sungai Teluk Dalam, tepat di seberang SMKN 5 Banjarmasin, pada Kamis (06\/11\/2025) siang. Penemuan jasad Syamsuddin bermula dari kepedulian sekelompok anak-anak yang tengah bermain di sekitar sungai. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":148509,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[13316,13314,13315,13313],"class_list":["post-148504","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-kematian-tragis","tag-meninggal-di-sungai","tag-musibah-lansia","tag-penjual-sapu-keliling"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148504","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=148504"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148504\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":148511,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148504\/revisions\/148511"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/148509"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=148504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=148504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=148504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}