{"id":148632,"date":"2025-11-06T08:24:57","date_gmt":"2025-11-06T00:24:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=148632"},"modified":"2025-11-08T09:33:28","modified_gmt":"2025-11-08T01:33:28","slug":"sinergi-dprd-kaltim-dan-kukar-bahas-arah-pembangunan-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sinergi-dprd-kaltim-dan-kukar-bahas-arah-pembangunan-daerah\/","title":{"rendered":"Sinergi DPRD Kaltim dan Kukar, Bahas Arah Pembangunan Daerah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KUTAI KARTANEGARA <\/b>\u2014 Upaya memperkuat kerja sama antarlegislatif menjadi perhatian utama dalam kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Rabu (05\/11\/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar itu menjadi ajang strategis untuk membangun sinergi antara lembaga perwakilan rakyat di dua tingkatan pemerintahan, sekaligus menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyambut langsung rombongan DPRD Kaltim dalam suasana diskusi yang penuh keakraban dan produktif. Pertemuan ini, menurutnya, penting untuk memastikan bahwa kepentingan masyarakat Kukar dapat diperjuangkan secara lebih maksimal di tingkat provinsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKutai Kartanegara ini tidak bisa dibangun dengan kekuatan APBD sendiri. Harus ada bantuan dan dukungan dari provinsi maupun nasional agar program pembangunan bisa berjalan maksimal,\u201d ujar Ahmad Yani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah memerlukan dukungan tambahan, terutama dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ahmad Yani menyoroti adanya penurunan drastis bantuan keuangan provinsi kepada Kukar yang kini nilainya jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. \u201cIni menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami berharap seluruh anggota DPRD Provinsi, khususnya yang berasal dari daerah pemilihan Kukar, bisa memperjuangkan kembali bantuan keuangan provinsi agar lebih proporsional,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menyoroti persoalan anggaran, pertemuan ini juga membahas pentingnya sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Ahmad Yani menilai koordinasi lintas pemerintahan sangat dibutuhkan untuk mencegah tumpang tindih kegiatan serta memastikan seluruh program berjalan sesuai kebutuhan dan prioritas daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami berharap ada kepastian nilai yang jelas, sesuai kemampuan keuangan daerah. Jangan sampai ada dana yang terparkir karena tidak terprogram dengan baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ahmad Yani, penguatan komunikasi politik antarlegislatif tidak hanya sebatas seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk dukungan konkret terhadap pembangunan Kukar. Ia menegaskan bahwa DPRD Kukar siap mengawal setiap hasil pembahasan agar bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan adanya kunjungan ini, ia berharap hubungan DPRD Kukar dan DPRD Kaltim semakin solid, sehingga keduanya dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pembangunan yang merata, efektif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kutai Kartanegara. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2014 Upaya memperkuat kerja sama antarlegislatif menjadi perhatian utama dalam kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Rabu (05\/11\/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar itu menjadi ajang strategis untuk membangun sinergi antara lembaga perwakilan rakyat di dua &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":148633,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[10077,13337],"class_list":["post-148632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-ahmad-yani","tag-kunjungan-dprd-provinsi-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=148632"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":148634,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148632\/revisions\/148634"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/148633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=148632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=148632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=148632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}