{"id":149056,"date":"2025-11-11T08:48:32","date_gmt":"2025-11-11T00:48:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=149056"},"modified":"2025-11-11T08:48:32","modified_gmt":"2025-11-11T00:48:32","slug":"bos-travel-boyolali-ditahan-140-wisatawan-makan-tak-bayar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bos-travel-boyolali-ditahan-140-wisatawan-makan-tak-bayar\/","title":{"rendered":"Bos Travel Boyolali Ditahan, 140 Wisatawan Makan Tak Bayar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"287\" data-end=\"649\"><strong>YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Kasus yang menghebohkan jagat media sosial terjadi di Playen, Gunungkidul. Pemilik biro travel asal Boyolali berinisial F (27) resmi ditahan setelah membawa rombongan 140 wisatawan makan tidak bayar di restoran lokal. F ditahan karena gagal melunasi hutang kepada pihak restoran, meski polisi sempat membuka jalur mediasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"651\" data-end=\"967\">\u201cPelaku ditahan sejak tanggal 4 November, karena dari tanggal 2 November kami memberikan peluang kepada kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu tapi tidak menemukan titik temu,\u201d ujar Kanit Reskrim Polsek Playen, Aiptu Denny Wahyu Aji, Selasa (11\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"969\" data-end=\"1156\">F diketahui membawa rombongan 140 wisatawan dengan tiga bus pada Minggu (2\/11) lalu. Saat berhenti di restoran di Playen, dia tidak bisa melunasi bon makan senilai Rp 13,4 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1158\" data-end=\"1383\">\u201cSaat itu pihak rumah makan melakukan kroscek dengan ketua rombongan dan ternyata ketua rombongan sudah membayar lunas kepada F Rp 13,4 juta. Bahkan ketua rombongan menunjukkan kuitansi yang diberikan oleh F,\u201d terang Denny.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1385\" data-end=\"1636\">Belakangan terungkap bahwa empat restoran lain juga menjadi korban modus serupa: makan, tapi tidak dibayar. Kasus ini mengundang perhatian luas karena jumlah wisatawan yang ikut rombongan sangat besar dan tagihannya mencapai puluhan juta rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1638\" data-end=\"1857\">Insiden ini sekaligus menjadi peringatan bagi para pemilik usaha maupun biro travel agar lebih waspada terhadap sistem pembayaran rombongan besar dan pentingnya transparansi transaksi untuk menghindari konflik serupa. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1638\" data-end=\"1857\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Kasus yang menghebohkan jagat media sosial terjadi di Playen, Gunungkidul. Pemilik biro travel asal Boyolali berinisial F (27) resmi ditahan setelah membawa rombongan 140 wisatawan makan tidak bayar di restoran lokal. F ditahan karena gagal melunasi hutang kepada pihak restoran, meski polisi sempat membuka jalur mediasi. \u201cPelaku ditahan sejak tanggal 4 November, karena &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":149057,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,9320],"tags":[8664],"class_list":["post-149056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-yogyakarta","tag-yogyakarta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149056"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":149058,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149056\/revisions\/149058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/149057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}