{"id":149283,"date":"2025-06-02T21:20:22","date_gmt":"2025-06-02T13:20:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=149283"},"modified":"2025-11-12T11:24:06","modified_gmt":"2025-11-12T03:24:06","slug":"petani-sawit-kukar-naik-kelas-disbun-siapkan-program-pemberdayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/petani-sawit-kukar-naik-kelas-disbun-siapkan-program-pemberdayaan\/","title":{"rendered":"Petani Sawit Kukar Naik Kelas, Disbun Siapkan Program Pemberdayaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KUTAI KARTANEGARA <\/b>\u2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sektor perkebunan kelapa sawit secara inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kesejahteraan petani, dan kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar, Muhammad Taufik Rahmani, menyatakan bahwa perkembangan industri sawit di Kukar tidak terlepas dari sinergi antara masyarakat dan dunia usaha. \u201cKita dorong ekosistem sawit yang memberdayakan petani, namun tetap terbuka untuk investasi sebagai penggerak ekonomi,\u201d jelasnya, Selasa (02\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan berperan aktif dalam mengatur dan mengawal pertumbuhan sektor ini agar memberikan manfaat yang merata. Data menunjukkan bahwa pengembangan sawit di Kukar berkembang melalui dua jalur utama, yaitu perkebunan rakyat dan Perusahaan Besar Swasta (PBS), yang tumbuh berdampingan dan saling mendukung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Antusiasme masyarakat terhadap budidaya kelapa sawit semakin tinggi. Banyak petani kini memulai usaha secara mandiri dengan mengelola lahan sendiri. \u201cKemandirian petani ini patut diapresiasi dan terus didorong,\u201d tambah Taufik. Dukungan pemerintah berupa bantuan bibit unggul, pelatihan teknis, dan pembentukan kelompok tani menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi petani sebagai pelaku agribisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menjadi sumber penghasilan utama bagi ribuan keluarga, sektor ini juga menciptakan lapangan kerja luas melalui aktivitas perusahaan besar yang kini mengelola lebih dari 226 ribu hektare lahan sawit di Kukar. Keberadaan mereka turut mendorong pembangunan infrastruktur dan layanan ekonomi penunjang di berbagai kecamatan, seperti Kembang Janggut dan Muara Badak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam jangka panjang, Pemkab Kukar menaruh perhatian besar terhadap aspek keberlanjutan lingkungan. \u201cKita ingin kemajuan ekonomi melalui sawit ini tetap menjaga harmoni dengan alam, agar manfaatnya bisa dinikmati oleh generasi mendatang,\u201d pungkas Taufik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta, Kukar berupaya menjadikan industri sawit bukan hanya motor ekonomi, tetapi juga simbol kemitraan pembangunan yang adil dan berkelanjutan. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sektor perkebunan kelapa sawit secara inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kesejahteraan petani, dan kelestarian lingkungan. Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar, Muhammad Taufik Rahmani, menyatakan bahwa perkembangan industri sawit &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":149286,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,9443],"tags":[12356,13560,13561],"class_list":["post-149283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dinas-perkebunan-kutai-kartanegara","tag-muhammad-taufik-rahmani","tag-pbs","tag-perkebunan-kelapa-sawit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149283"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":149287,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149283\/revisions\/149287"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/149286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}