{"id":149295,"date":"2025-11-12T11:43:17","date_gmt":"2025-11-12T03:43:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=149295"},"modified":"2025-11-12T11:43:17","modified_gmt":"2025-11-12T03:43:17","slug":"iseng-mau-begal-berakhir-di-polsek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/iseng-mau-begal-berakhir-di-polsek\/","title":{"rendered":"Iseng Mau Begal, Berakhir di Polsek!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"316\"><strong>JAWA BARAT<\/strong> \u2014 Aksi nekat tiga remaja kakak beradik di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berakhir tragis setelah percobaan begal yang mereka lakukan gagal total dan malah membuat mereka jadi bulan-bulanan warga. Ketiganya yang berusia 15, 16, dan 17 tahun itu mengaku hanya \u201ccoba-coba\u201d memeras orang di jalanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"318\" data-end=\"510\">\u201cBaru mau coba-coba, jadi dia umur 15, 16, 17 adik kakak. Yang tengah ini dia badannya gede, mau coba-coba memeras,\u201d ujar Kapolsek Cileungsi Kompol Edison, Rabu (12\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"512\" data-end=\"796\">Peristiwa itu terjadi pada Senin (10\/11) dini hari di kawasan Jalan Narogong. Ketiga remaja tersebut beraksi menggunakan dua sepeda motor. Menurut Edison, aksi mereka dimulai saat pelaku berusia 16 tahun yang disebut sebagai otak rencana mengebrak sebuah mobil yang sedang melintas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"798\" data-end=\"916\">\u201cNah yang tengah umur 16 tahun ini gebrak mobil. (Korban) takut kan, kabur. Nabraklah di Cileungsi Hijau,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"918\" data-end=\"1141\">Namun aksi \u201ciseng\u201d itu justru memicu kepanikan. Pengemudi mobil yang ketakutan sempat berteriak \u201cbegal!\u201d hingga menarik perhatian warga sekitar. Seketika massa berdatangan dan menghajar ketiga remaja tersebut tanpa ampun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1143\" data-end=\"1359\">\u201cKemudian sopir teriak begal, akhirnya digebukin. Begitu dibawa ke Polsek, adiknya nggak ngerti masalahnya apa. Yang merencanakan menakut-nakuti itu yang tengah umur 16 tahun biar dapat uang atau HP,\u201d tutur Edison.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1361\" data-end=\"1604\">Beruntung, ketiganya berhasil diamankan polisi sebelum amukan massa semakin parah. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui dua dari tiga pelaku tidak memahami sepenuhnya rencana sang kakak tengah yang ingin \u201cmencoba gaya preman\u201d di jalanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1606\" data-end=\"1809\">Polisi kemudian memanggil orang tua mereka untuk dilakukan mediasi dengan korban. Hasilnya, kedua pihak sepakat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan dengan mengganti kerusakan mobil korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1811\" data-end=\"1984\">\u201cAkhirnya dipertemukan, anak itu masih di bawah umur. Anak yang dua tidak tahu, kemudian ganti kerusakan mobil sepakatlah. Nggak ada korban jiwa,\u201d ujar Edison menambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1986\" data-end=\"2252\">Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para remaja agar tidak bermain-main dengan tindakan kriminal, sekalipun \u201csekadar coba-coba\u201d. Alih-alih mendapat uang atau ponsel, tiga kakak beradik itu justru mendapat bogem mentah dari warga dan berurusan dengan hukum. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1986\" data-end=\"2252\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT \u2014 Aksi nekat tiga remaja kakak beradik di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berakhir tragis setelah percobaan begal yang mereka lakukan gagal total dan malah membuat mereka jadi bulan-bulanan warga. Ketiganya yang berusia 15, 16, dan 17 tahun itu mengaku hanya \u201ccoba-coba\u201d memeras orang di jalanan. \u201cBaru mau coba-coba, jadi dia umur 15, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":149296,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9359,35],"tags":[8649],"class_list":["post-149295","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-jawa-barat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149295"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149295\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":149298,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149295\/revisions\/149298"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/149296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}