{"id":149580,"date":"2025-11-13T12:12:13","date_gmt":"2025-11-13T04:12:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=149580"},"modified":"2025-11-13T12:12:13","modified_gmt":"2025-11-13T04:12:13","slug":"program-bsps-bontang-kena-gunting-anggaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/program-bsps-bontang-kena-gunting-anggaran\/","title":{"rendered":"Program BSPS Bontang Kena Gunting Anggaran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG<\/strong> \u2013 Harapan warga Bontang untuk mendapatkan rumah layak huni kian menipis. Pemerintah Kota Bontang memutuskan memangkas tajam anggaran program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika tahun ini dana perbaikan rumah tidak layak huni mencapai Rp2,5 miliar, tahun depan Pemkot hanya mengalokasikan Rp500 juta. Artinya, terjadi pengurangan hingga 80 persen lebih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, mengakui pemangkasan itu tidak bisa dihindari lantaran kondisi keuangan daerah sedang tertekan. \u201cBerat hati rasanya mengurangi. Tahun depan hanya 10 rumah saja. Karena anggaran banyak dipangkas,\u201d ujar Neni Moernaeni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, anjloknya dana APBD hingga Rp1 triliun menjadi faktor utama. Namun, di tengah keterbatasan itu, Pemkot Bontang berusaha mencari jalan keluar agar perbaikan rumah tak layak tetap berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami akan lobi juga biar dapat bantuan dari pusat,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data Pemkot mencatat, sedikitnya masih ada 300 rumah tak layak huni yang tersebar di 15 kelurahan. Angka ini memperlihatkan masih lebarnya kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Wali Kota Bontang meninjau tiga rumah penerima bantuan BSPS senilai Rp50 juta pada Rabu (13\/11\/2025). Program tersebut mencakup 59 rumah dengan total anggaran Rp2,5 miliar pada tahun ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAlhamdulillah program ini sangat bermanfaat. Kami berikan bantuan Rp50 juta per rumah. Total tahun ini ada 59 yang kami perbaiki,\u201d ucap Neni saat meninjau lokasi di Kelurahan Kanaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya memperbaiki bagian fisik, Pemkot juga menyoroti persoalan sanitasi agar rumah warga lebih sehat dan layak huni. \u201cKami akan lanjutkan. Tahun ini Rp2,5 miliar anggarannya. Tahun depan mungkin berkurang karena ada pemangkasan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, dengan anggaran yang tinggal seperlima, target penyelesaian rumah tak layak huni diperkirakan akan berjalan lambat. Tanpa dukungan tambahan dari pemerintah provinsi maupun pusat, banyak warga miskin terancam tetap tinggal di rumah yang tidak layak untuk dihuni. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Harapan warga Bontang untuk mendapatkan rumah layak huni kian menipis. Pemerintah Kota Bontang memutuskan memangkas tajam anggaran program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026. Jika tahun ini dana perbaikan rumah tidak layak huni mencapai Rp2,5 miliar, tahun depan Pemkot hanya mengalokasikan Rp500 juta. Artinya, terjadi pengurangan hingga 80 persen lebih. Wali Kota &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":149581,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,26],"tags":[7073,13638,13634,13637,13635,12740,13639,13636,6305],"class_list":["post-149580","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-apbd-bontang","tag-bantuan-pemerintah","tag-bsps-bontang","tag-neni-moernaeni","tag-pemangkasan-anggaran","tag-perumahan-rakyat","tag-program-sosial","tag-rumah-tidak-layak-huni","tag-warga-miskin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149580"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149580\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":149582,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149580\/revisions\/149582"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/149581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}