{"id":149673,"date":"2025-10-09T15:24:54","date_gmt":"2025-10-09T07:24:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=149673"},"modified":"2025-11-13T15:25:50","modified_gmt":"2025-11-13T07:25:50","slug":"pemerintah-kukar-salurkan-bantuan-pangan-untuk-keluarga-berisiko-stunting-di-samboja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemerintah-kukar-salurkan-bantuan-pangan-untuk-keluarga-berisiko-stunting-di-samboja\/","title":{"rendered":"Pemerintah Kukar Salurkan Bantuan Pangan untuk Keluarga Berisiko Stunting di Samboja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Sosial kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Samboja, dilaksanakan kegiatan penyerahan bantuan pangan bagi keluarga miskin berisiko stunting sebagai bagian dari program intervensi penurunan stunting Tahun Anggaran 2025.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial Kukar, aparat kecamatan, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat. Sebanyak 25 keluarga dari Kecamatan Samboja menerima bantuan berupa paket kebutuhan pokok, susu, telur, dan berbagai bahan pangan bergizi lainnya. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan ketahanan gizi keluarga berpenghasilan rendah yang memiliki risiko tinggi terhadap stunting, terutama anak-anak balita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari alokasi anggaran tahun 2025 yang direncanakan dilakukan sebanyak empat kali dalam setahun. Tujuannya adalah memastikan intervensi gizi berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran. Selain penyerahan bantuan, tim dari Dinas Sosial juga melakukan pengecekan langsung terhadap proses distribusi guna memastikan pelaksanaannya sesuai prinsip 4T : tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat administrasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut perwakilan Dinas Sosial Kukar, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya menurunkan prevalensi stunting. \u201cKami tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan bahwa prosesnya berjalan sesuai standar. Ini penting agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh keluarga yang membutuhkan,\u201d ujarnya, (08\/10\/2025).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stunting masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kutai Kartanegara. Oleh karena itu, intervensi langsung seperti ini menjadi strategi penting dalam mempercepat pencapaian target nasional penurunan stunting. Pemerintah berharap, melalui bantuan pangan bergizi dan edukasi gizi yang menyertainya, angka stunting di Kukar dapat terus ditekan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang, pola makan sehat, dan peran aktif keluarga dalam menjaga tumbuh kembang anak. Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi Kukar yang lebih sehat dan bebas dari stunting. [] ADVERTORIAL<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Sosial kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Samboja, dilaksanakan kegiatan penyerahan bantuan pangan bagi keluarga miskin berisiko stunting sebagai bagian dari program intervensi penurunan stunting Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial Kukar, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":149674,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,9431],"tags":[],"class_list":["post-149673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dpmd-kukar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149673"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":149676,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149673\/revisions\/149676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/149674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}