{"id":150128,"date":"2025-11-14T18:12:35","date_gmt":"2025-11-14T10:12:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=150128"},"modified":"2025-11-14T18:12:35","modified_gmt":"2025-11-14T10:12:35","slug":"warga-panik-sarang-lebah-besar-ditemukan-di-area-ibadah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/warga-panik-sarang-lebah-besar-ditemukan-di-area-ibadah\/","title":{"rendered":"Warga Panik! Sarang Lebah Besar Ditemukan di Area Ibadah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG &#8211; <\/strong>Penanganan situasi darurat kembali dilakukan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, menyusul adanya laporan warga mengenai sarang lebah madu yang muncul di area Musholla Yakin, Jalan R.E. Martadinata RT 11, Kelurahan Loktuan. Kejadian yang berlangsung pada Kamis (13\/11\/2025) pagi tersebut menjadi perhatian karena lokasi sarang berada di kawasan tempat ibadah yang rutin digunakan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani, mengungkapkan bahwa informasi pertama diterima sekitar pukul 09.30 Wita dari seorang warga bernama Ibu Ibah. \u201cPetugas segera meluncur lima menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 09.40. Proses evakuasi berlangsung cepat dan selesai sekitar pukul 09.55,\u201d katanya. Respons cepat tersebut dilakukan mengingat keberadaan sarang lebah dapat mengancam keselamatan jamaah, terutama anak-anak dan lansia yang kerap beraktivitas di sekitar musholla.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Sarkani, lebah madu pada dasarnya tidak bersifat agresif, tetapi potensi serangan dapat muncul ketika koloni merasa terganggu. \u201cLebah madu memang tidak agresif, tetapi jika merasa terganggu bisa menyerang secara berkelompok. Karena itu, kami langsung turunkan tim untuk mengamankan area,\u201d ujarnya. Untuk mencegah risiko tersebut, tim Regu 3 Charlie Pos Loktuan dikerahkan dengan perlengkapan pelindung lengkap serta dua unit motor operasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Evakuasi dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu aktivitas warga sekitar maupun merusak fasilitas musholla. Berkat penanganan profesional, sarang lebah berhasil diamankan tanpa menimbulkan kerusakan atau cedera. Setelah evakuasi selesai, area kembali dibuka untuk kegiatan ibadah dan aktivitas warga lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Sarkani menegaskan bahwa Disdamkartan memiliki tugas yang lebih luas dari sekadar memadamkan kebakaran. \u201cDisdamkartan tidak hanya memadamkan api, tapi juga melindungi masyarakat dari berbagai potensi bahaya, termasuk serangan hewan dan serangga,\u201d ujarnya. Ia berharap masyarakat semakin waspada terhadap keberadaan sarang lebah atau hewan liar lainnya yang berpotensi membahayakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengimbau warga untuk tidak mencoba menangani sendiri situasi serupa dan langsung menghubungi petugas. \u201cKami siap datang kapan pun. Tujuannya satu: keselamatan dan kenyamanan warga Bontang,\u201d tegasnya. Edukasi dan pelaporan cepat menjadi kunci agar gangguan hewan liar tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG &#8211; Penanganan situasi darurat kembali dilakukan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, menyusul adanya laporan warga mengenai sarang lebah madu yang muncul di area Musholla Yakin, Jalan R.E. Martadinata RT 11, Kelurahan Loktuan. Kejadian yang berlangsung pada Kamis (13\/11\/2025) pagi tersebut menjadi perhatian karena lokasi sarang berada di kawasan tempat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":150129,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,7,26],"tags":[13832],"class_list":["post-150128","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-breaking-news","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-evakuasi-sarang-lebah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=150128"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":150131,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150128\/revisions\/150131"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/150129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=150128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=150128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=150128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}