{"id":150369,"date":"2025-11-12T10:46:58","date_gmt":"2025-11-12T02:46:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=150369"},"modified":"2025-11-15T10:48:48","modified_gmt":"2025-11-15T02:48:48","slug":"muara-kaman-ulu-mantapkan-perikanan-sebagai-tulang-punggung-ekonomi-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/muara-kaman-ulu-mantapkan-perikanan-sebagai-tulang-punggung-ekonomi-desa\/","title":{"rendered":"Muara Kaman Ulu Mantapkan Perikanan Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Desa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KUTAI KARTANEGARA<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor perikanan sebagai pilar utama perekonomian desa. Dengan 85% masyarakat menggantungkan hidup dari aktivitas perikanan, baik tangkap maupun budidaya, sektor ini menjadi identitas ekonomi yang telah diwariskan secara turun-temurun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah desa melakukan optimalisasi sektor perikanan melalui berbagai pendekatan, mulai dari peningkatan kapasitas nelayan, penguatan kelembagaan, hingga pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sektor perikanan tetap menjadi sumber penghidupan yang stabil dan produktif bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, menjadi tokoh sentral dalam pengembangan ini. Ia bersama perangkat desa dan kelompok nelayan aktif menyusun strategi pembangunan berbasis potensi lokal. Selain itu, masyarakat desa yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan turut menjadi aktor utama dalam implementasi program-program perikanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Hendra, sektor perikanan bukan hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas sosial masyarakat. \u201cSebagian besar masyarakat kami menggantungkan hidup dari hasil perikanan. Sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi warga kami,\u201d ujarnya, (11\/11\/2025). Oleh karena itu, penguatan sektor ini menjadi prioritas utama dalam pembangunan desa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah desa melakukan pemetaan potensi perikanan, membentuk kelompok usaha bersama, dan memberikan pelatihan kepada nelayan tentang teknik budidaya dan pengelolaan hasil tangkapan. Selain itu, dilakukan pembinaan terhadap koperasi perikanan agar mampu menjadi wadah distribusi dan pemasaran produk perikanan secara lebih efisien.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perairan. Pemerintah desa juga menjalin kerja sama dengan dinas terkait untuk mendukung program ini secara teknis dan finansial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan pendekatan yang terintegrasi, sektor perikanan di Muara Kaman Ulu tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. [] ADVERTORIAL<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor perikanan sebagai pilar utama perekonomian desa. Dengan 85% masyarakat menggantungkan hidup dari aktivitas perikanan, baik tangkap maupun budidaya, sektor ini menjadi identitas ekonomi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pemerintah desa melakukan optimalisasi sektor perikanan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":150370,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,9431],"tags":[],"class_list":["post-150369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dpmd-kukar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=150369"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":150371,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150369\/revisions\/150371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/150370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=150369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=150369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=150369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}