{"id":150524,"date":"2025-11-15T16:54:27","date_gmt":"2025-11-15T08:54:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=150524"},"modified":"2025-11-15T16:54:27","modified_gmt":"2025-11-15T08:54:27","slug":"pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/","title":{"rendered":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"254\" data-end=\"529\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"531\" data-end=\"920\">Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas dan satu unit di Pulang Pisau. \u201cKalau di Kalimantan Tengah ini ada 16 unit Hutan adat itu. Ada di Gunung Mas, yang 15-nya. Kemudian ada 1 di Pulang Pisau,\u201d ujar Agustan, Jumat, (14\/11\/2025). Beberapa wilayah lain masih dalam proses pengusulan penetapan Hutan adat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"922\" data-end=\"1474\">Meski telah ditetapkan, implementasi pengelolaan Hutan adat belum berjalan optimal. Agustan menjelaskan, Hutan adat di Pulang Pisau sudah mulai berjalan, meski cakupannya belum signifikan. Sementara di Gunung Mas, pengaturan kelembagaan masih berlangsung sehingga belum sepenuhnya berjalan. \u201cDi beberapa daerah masih dalam pengusulan. Kita juga apresiasi Hutan adat itu. Tetapi sampai dengan saat ini, yang jalan memang baru Pulang Pisau, tapi belum signifikan. Yang Gunung Mas masih mungkin, masih pengaturan kelembagaan, jadi belum jalan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1476\" data-end=\"2020\">Luasan Hutan adat terbesar berada di Gunung Mas, mencapai puluhan ribu hektar karena menyatu dalam satu wilayah pengelolaan, sementara Pulang Pisau memiliki cakupan yang lebih kecil. Menanggapi laporan aktivitas tambang ilegal di salah satu Hutan adat di Gunung Mas, Agustan menyebut pihaknya telah menurunkan tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk patroli dan penegakan aturan di lapangan. \u201cKita sudah meminta KPH-KPH untuk turun di situ, mereka sudah melakukan patroli dan sudah diberikan peringatan agar keluar dari kawasan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2022\" data-end=\"2581\">Namun, ia menegaskan penanganan tidak bisa dilakukan secara represif karena sebagian pelaku adalah warga lokal yang menggantungkan ekonomi sehari-hari pada aktivitas tersebut. \u201cKarena yang rata-rata bekerja itu masyarakat dan untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari, jadi kita tidak bisa memaksakan,\u201d tambah Agustan. Ia juga mengakui bahwa kondisi hutan tidak sepenuhnya bersih dari aktivitas tambang ilegal. \u201cYa, mudah-mudahan, karena kadang-kadang ya kita ketahui sendiri. Masyarakat kalau urusan perut ini ketika kita pulang, tiba-tiba jalan lagi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2583\" data-end=\"2830\">Agustan menegaskan, pihaknya akan terus memantau dan mendorong pengelolaan Hutan adat secara berkelanjutan agar kawasan ini tetap lestari, sambil mencari solusi yang seimbang antara perlindungan lingkungan dan kebutuhan ekonomi masyarakat lokal. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2583\" data-end=\"2830\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas. Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":150525,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[3561],"class_list":["post-150524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-palangka-raya"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"PALANGKA RAYA \u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas. Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Agnes Wiguna\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"PALANGKA RAYA \u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas. Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-15T08:54:27+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-15T08:54:27+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"PALANGKA RAYA \u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas. Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#blogposting\",\"name\":\"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada - Berita Borneo\",\"headline\":\"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Pengelolaan-Hutan-Adat-Kalteng-Belum-Maksimal-PETI-Masih-Ada.jpg\",\"width\":1200,\"height\":800},\"datePublished\":\"2025-11-15T16:54:27+08:00\",\"dateModified\":\"2025-11-15T16:54:27+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Hotnews, Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Palangka Raya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Tengah\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Tengah\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Palangka Raya\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Palangka Raya\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#listItem\",\"name\":\"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Tengah\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Palangka Raya\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/\",\"name\":\"Agnes Wiguna\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Agnes Wiguna\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/\",\"name\":\"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada - Berita Borneo\",\"description\":\"PALANGKA RAYA \\u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas. Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Pengelolaan-Hutan-Adat-Kalteng-Belum-Maksimal-PETI-Masih-Ada.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#mainImage\",\"width\":1200,\"height\":800},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-11-15T16:54:27+08:00\",\"dateModified\":\"2025-11-15T16:54:27+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada - Berita Borneo","description":"PALANGKA RAYA \u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas. Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#blogposting","name":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada - Berita Borneo","headline":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Pengelolaan-Hutan-Adat-Kalteng-Belum-Maksimal-PETI-Masih-Ada.jpg","width":1200,"height":800},"datePublished":"2025-11-15T16:54:27+08:00","dateModified":"2025-11-15T16:54:27+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#webpage"},"articleSection":"Hotnews, Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Palangka Raya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Kalimantan Tengah"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Tengah","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Palangka Raya"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/#listItem","position":3,"name":"Palangka Raya","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#listItem","name":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Kalimantan Tengah"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#listItem","position":4,"name":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Palangka Raya"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/","name":"Agnes Wiguna","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Agnes Wiguna"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/","name":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada - Berita Borneo","description":"PALANGKA RAYA \u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas. Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Pengelolaan-Hutan-Adat-Kalteng-Belum-Maksimal-PETI-Masih-Ada.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#mainImage","width":1200,"height":800},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/#mainImage"},"datePublished":"2025-11-15T16:54:27+08:00","dateModified":"2025-11-15T16:54:27+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada - Berita Borneo","og:description":"PALANGKA RAYA \u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas. Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-11-15T08:54:27+00:00","article:modified_time":"2025-11-15T08:54:27+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada - Berita Borneo","twitter:description":"PALANGKA RAYA \u2013 Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustan Saining, mengungkap perkembangan penetapan dan pengelolaan Hutan adat di sejumlah daerah, termasuk upaya pengawasan aktivitas tambang ilegal yang sempat ditemukan di kawasan seperti Gunung Mas. Menurut Agustan, hingga saat ini terdapat 16 unit Hutan adat di Kalteng, dengan 15 unit berada di Kabupaten Gunung Mas","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"150524","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2025-11-15 08:54:35","updated":"2025-11-15 08:54:35","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/\" title=\"Kalimantan Tengah\">Kalimantan Tengah<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/\" title=\"Palangka Raya\">Palangka Raya<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Tengah","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/"},{"label":"Palangka Raya","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/"},{"label":"Pengelolaan Hutan Adat Kalteng Belum Maksimal, PETI Masih Ada","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengelolaan-hutan-adat-kalteng-belum-maksimal-peti-masih-ada\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=150524"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":150526,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150524\/revisions\/150526"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/150525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=150524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=150524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=150524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}