{"id":150583,"date":"2025-11-15T23:15:27","date_gmt":"2025-11-15T15:15:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=150583"},"modified":"2025-11-15T23:15:27","modified_gmt":"2025-11-15T15:15:27","slug":"jalan-dan-jembatan-jadi-prioritas-utama-dalam-revisi-myc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jalan-dan-jembatan-jadi-prioritas-utama-dalam-revisi-myc\/","title":{"rendered":"Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas Utama dalam Revisi MYC"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" tabindex=\"-1\" data-turn-id=\"request-69130c14-0fb0-8320-9f8a-2c2c107ca152-1\" data-testid=\"conversation-turn-94\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] thread-sm:[--thread-content-margin:--spacing(6)] thread-lg:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] thread-lg:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"8e964ea9-ac08-4db4-8dd7-69e8ff0bf3a8\" data-message-model-slug=\"gpt-5-1\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"232\" data-end=\"666\"><strong>KUTAI TIMUR &#8211;<\/strong> Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Jimmi, memastikan revisi daftar Kontrak Tahun Jamak atau Multi Years Contract (MYC) akan kembali dibahas pada Senin (17\/11\/2025). Penegasan ini disampaikan setelah rapat internal yang menyoroti perlunya evaluasi atas 32 kegiatan yang selama ini masuk dalam daftar MYC. Mayoritas usulan berasal dari masing-masing daerah pemilihan (Dapil) dan didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"668\" data-end=\"1047\">Jimmi menyampaikan bahwa para anggota DPRD menganggap sektor infrastruktur dasar masih menjadi tuntutan paling mendesak, sehingga pembahasan ulang diperlukan agar setiap usulan benar-benar menjawab kebutuhan lapangan. \u201cUsulan dari DPRD banyak, terutama jalan dan jembatan yang menjadi prioritas di dapil-dapil,\u201d kata Jimmi, Jumat (14\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1049\" data-end=\"1579\">Ia menjelaskan skema MYC diperuntukkan bagi pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Namun, dalam pembahasan awal, muncul masukan terkait usulan pembangunan kantor instansi vertikal. Anggota DPRD menilai proyek tersebut tidak semestinya masuk ke dalam kontrak tahun jamak. Jimmi menegaskan keberatan itu langsung ditindaklanjuti. \u201cTapi diprogramkan di kontrak murni saja. Dan memang di daftar MYC saat ini tidak ada item itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1581\" data-end=\"2006\">Selain soal daftar kegiatan, pembahasan juga menyentuh besaran anggaran. Dalam paparan awal, total kebutuhan untuk 32 item MYC diperkirakan berada di kisaran Rp 2,1 triliun. Jimmi menegaskan angka tersebut belum bersifat final dan masih berupa simulasi awal untuk melihat gambaran kebutuhan pendanaan. Ia menekankan bahwa nilai sesungguhnya baru dapat dipastikan setelah pembahasan teknis dilakukan bersama pemerintah daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2008\" data-end=\"2409\">Ia berharap pertemuan lanjutan pada Senin mendatang menghasilkan daftar prioritas yang lebih terarah dan realistis. Penyesuaian diperlukan agar mekanisme tahun jamak benar-benar digunakan pada pekerjaan yang memerlukan waktu pengerjaan lebih panjang dan berdampak luas bagi masyarakat. \u201cNanti kita lihat seberapa relevan dan optimal semua usulan yang masuk. Mayoritas memang infrastruktur,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2411\" data-end=\"2729\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Melalui proses evaluasi ini, DPRD Kutim ingin memastikan MYC menjadi instrumen kebijakan yang tepat sasaran. Dengan penghitungan anggaran yang lebih akurat dan pemilihan proyek yang matang, skema tahun jamak diharapkan mampu mendukung konektivitas wilayah sekaligus memperkuat perekonomian daerah dalam jangka panjang.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2411\" data-end=\"2729\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR &#8211; Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Jimmi, memastikan revisi daftar Kontrak Tahun Jamak atau Multi Years Contract (MYC) akan kembali dibahas pada Senin (17\/11\/2025). Penegasan ini disampaikan setelah rapat internal yang menyoroti perlunya evaluasi atas 32 kegiatan yang selama ini masuk dalam daftar MYC. Mayoritas usulan berasal dari masing-masing &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":150584,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,480],"tags":[1037],"class_list":["post-150583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-dprd-kutim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=150583"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150583\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":150585,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150583\/revisions\/150585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/150584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=150583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=150583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=150583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}