{"id":150848,"date":"2025-11-16T15:06:33","date_gmt":"2025-11-16T07:06:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=150848"},"modified":"2025-11-16T15:06:33","modified_gmt":"2025-11-16T07:06:33","slug":"operasi-senyap-bongkar-30-ton-bawang-selundupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/operasi-senyap-bongkar-30-ton-bawang-selundupan\/","title":{"rendered":"Operasi Senyap Bongkar 30 Ton Bawang Selundupan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK<\/strong> \u2013 Upaya penyelundupan bawang bombai impor ilegal kembali mencuat di jalur laut Kalimantan Barat. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat berhasil menggagalkan distribusi lebih dari 30 ton komoditas pertanian yang hendak dikirim menuju Jakarta melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi awal berasal dari warga yang mencurigai adanya pengiriman bawang dalam jumlah besar. \u201cPenindakan dilakukan setelah tim menerima informasi dari masyarakat terkait adanya pengiriman komoditas pertanian tersebut menuju Jakarta,\u201d kata Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalbagbar, Beni Novri di Pontianak, Sabtu (15\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menindaklanjuti laporan itu, petugas segera mengerahkan Tim Patroli Darat untuk menelusuri pergerakan barang. Beni menjelaskan bahwa laporan masyarakat tersebut menjadi pintu masuk pengawasan. \u201cPenindakan ini berawal dari informasi masyarakat akan adanya pengiriman bawang yang diduga berasal dari impor ilegal menuju Jakarta,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemantauan dilakukan di jalur distribusi hingga ke area bongkar muat Pelabuhan Dwikora. Di lokasi, tim menemukan sebuah truk yang telah sarat muatan bawang bombai dan tengah menunggu proses pemindahan ke Kapal Mulya Sentosa tujuan Jakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah dilakukan pembongkaran dan pencacahan, terungkap sebanyak 1.536 karung bertanda \u201cExport Quality Onion Produce of New Zealand\u201d dengan total berat mencapai 30,7 ton. Nilai barang diperkirakan mencapai Rp768 juta, sementara potensi kerugian negara mencapai Rp278 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sopir truk kini menjalani pemeriksaan intensif untuk menelusuri jaringan distribusi dan aktor lain yang diduga terlibat dalam operasi penyelundupan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beni menegaskan pentingnya pengawasan yang konsisten terhadap jalur perdagangan di wilayah Kalimantan Barat. \u201cPenindakan ini menunjukkan komitmen Bea Cukai dalam memberantas penyelundupan dan menjaga kedaulatan negara, khususnya dari masuknya barang-barang ilegal yang dapat merugikan perekonomian nasional,\u201d kata Beni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kanwil DJBC Kalbagbar memastikan pengawasan di jalur resmi maupun tidak resmi akan terus diperketat demi menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi pelaku industri dalam negeri dari praktik perdagangan ilegal. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Upaya penyelundupan bawang bombai impor ilegal kembali mencuat di jalur laut Kalimantan Barat. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat berhasil menggagalkan distribusi lebih dari 30 ton komoditas pertanian yang hendak dikirim menuju Jakarta melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak. Informasi awal berasal dari warga yang mencurigai adanya pengiriman bawang dalam &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":150864,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[13956,13959,13958,13962,5369,13960,13957,13961],"class_list":["post-150848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bawang-bombai-ilegal","tag-bawang-impor-ilegal","tag-bea-cukai-kalbagbar","tag-patroli-darat-bea-cukai","tag-pelabuhan-dwikora-pontianak","tag-penindakan-bea-cukai","tag-penyelundupan-bawang","tag-penyelundupan-komoditas-pertanian"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=150848"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150848\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":150865,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150848\/revisions\/150865"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/150864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=150848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=150848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=150848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}