{"id":150917,"date":"2025-11-16T17:29:54","date_gmt":"2025-11-16T09:29:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=150917"},"modified":"2025-11-16T17:29:54","modified_gmt":"2025-11-16T09:29:54","slug":"ekskavator-amfibi-meluncur-parit-sungai-jawi-dirombak-total","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ekskavator-amfibi-meluncur-parit-sungai-jawi-dirombak-total\/","title":{"rendered":"Ekskavator Amfibi Meluncur, Parit Sungai Jawi Dirombak Total"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK<\/strong> \u2013 Upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam mempercepat penanganan saluran air memasuki babak baru dengan mulai dioperasikannya ekskavator amfibi berkapasitas 8 ton buatan PT Pindad. Alat berat yang menelan anggaran Rp6 miliar dari APBD tersebut langsung diterjunkan ke parit wilayah Kelurahan Sungai Jawi pada uji operasional perdananya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memandang penggunaan alat tersebut sebagai terobosan penting untuk mempercepat normalisasi, terutama di titik-titik parit yang mengalami sedimentasi cukup tinggi. Dengan kemampuan bergerak di area basah hingga genangan air, ekskavator amfibi dinilai mampu menjangkau lokasi-lokasi yang selama ini sulit ditangani oleh alat konvensional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni pertama kali alat ini kita operasikan. Ekskavator amfibi ini dapat membersihkan bakung sekaligus mengeruk endapan lumpur yang cukup tinggi. Parit Sungai Jawi adalah salah satu saluran utama kota, jadi harus dijaga agar tetap lancar,\u201d ujarnya kepada awak media, Minggu (16\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menuntaskan pendangkalan, Pemkot juga mulai merancang penataan kawasan sepanjang kiri dan kanan Sungai Jawi. Rencana tersebut meliputi pembangunan jalan paralel, penertiban bangunan yang berada di sempadan parit, hingga pembatasan jumlah jembatan agar aliran tidak tersendat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edi menyebut, jika aliran air kembali stabil, kawasan Sungai Jawi dapat dikembangkan menjadi ruang publik berbasis wisata air. \u201cJika airnya lancar dan parit tidak dangkal, tempat ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi keluarga. Kita berharap biota sungai kembali tumbuh dan bisa dimanfaatkan warga, misalnya untuk memancing,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait persoalan pendangkalan, Edi menjelaskan bahwa karakter topografi Kota Pontianak yang rendah membuat endapan lumpur mudah menumpuk, termasuk limbah yang terbawa arus. Karena itu, pembersihan rutin dan perilaku menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci agar fungsi parit tetap optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita harap semua pihak ikut menjaga kebersihan agar parit tetap berfungsi dan menjadi bagian dari kehidupan warga kota,\u201d pungkasnya. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam mempercepat penanganan saluran air memasuki babak baru dengan mulai dioperasikannya ekskavator amfibi berkapasitas 8 ton buatan PT Pindad. Alat berat yang menelan anggaran Rp6 miliar dari APBD tersebut langsung diterjunkan ke parit wilayah Kelurahan Sungai Jawi pada uji operasional perdananya. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memandang penggunaan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":150918,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[13979,13976,13977,13978],"class_list":["post-150917","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-apbd-kota-pontianak","tag-ekskavator-amfibi","tag-normalisasi-parit","tag-pendangkalan-parit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150917","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=150917"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150917\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":150920,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150917\/revisions\/150920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/150918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=150917"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=150917"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=150917"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}