{"id":15109,"date":"2015-12-12T17:46:01","date_gmt":"2015-12-12T09:46:01","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=15109"},"modified":"2015-12-12T17:46:01","modified_gmt":"2015-12-12T09:46:01","slug":"akibat-berkomunikasi-dengan-pacar-tahanan-kabur-kembali-tertangkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/akibat-berkomunikasi-dengan-pacar-tahanan-kabur-kembali-tertangkap\/","title":{"rendered":"Akibat Berkomunikasi Dengan Pacar Tahanan Kabur Kembali Tertangkap"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/ketahuan-kontak-pacar-tahanan-kabur-diciduk-di-berau.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15110 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/ketahuan-kontak-pacar-tahanan-kabur-diciduk-di-berau.jpg\" alt=\"ketahuan-kontak-pacar-tahanan-kabur-diciduk-di-berau\" width=\"452\" height=\"341\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><strong>SANGATTA<\/strong> \u2013\u00a0 Berakhir sudah pelarian Zilas, seorang tahanan yang kabur dari sel Polres Kutim, Rabu (4\/11) lalu. Dia ditangkap Unit Satreskrim Polres Kutim pada Kamis (10\/11), sekira pukul 00.30 Wita, di sebuah rumah warga di Harapan Maju, SP 3, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Menurut Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko, didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Dharmasena, penangkapan Zilas terbilang cukup sulit. Namun karena dia sempat berkomunikasi dengan NR, pacar Zilas,\u00a0 yang ada di Sangatta, pelacakan pun menjadi mudah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cNomor itu dilacak tim IT Polres Kutim, kemudian memastikan posisi keberadaannya dan ternyata di Berau. Barulah pada Rabu (9\/12), kami mengirim anggota ke lokasi,\u201d ucapnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Saat ditangkap, Zilas sempat melakukan perlawanan. Meski demikian, terpidana kasus pengeroyokan itu berhasil dibekuk. \u201cKami dibantu anggota dari Polres Berau yang kebetulan sedang berjaga di dekat TPS terdekat,\u201d ucapnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dari keterangan Zilas, untuk kabur sampai ke Berau, dia menumpang sopir-sopir angkutan barang. Sebelumnya, dia sempat tinggal di tempat kerabat yang masih dalam pemeriksaan polisi. Agar tak dikenali, Zilas mengubah penampilan dengan menumbuhkan jenggot dan kumis. Selain itu dia menggunakan Rendi sebagai nama samaran.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cSementara kami masih memeriksa kerabatnya termasuk pacar Zilas yakni NR untuk dimintai keterangan,\u201d ucapnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Diketahui, Zilas masuk penjara lantaran kasus pengeroyokan. Dia sudah divonis dan dihukum satu tahun enam bulan. Namun sehari setelah sidang vonis, Zilas malah kabur bersama 16 tahanan lain. Dia pun dipastikan mendapat hukuman tambahan karena melarikan diri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Sejauh ini, tersisa dua tahanan lagi yang belum tertangkap. Kedua tersangka kasus narkoba itu bernama Santir alias Santi dan Fajri Yasir alias Jerry. \u201cSudah ada informasi terkait keberadaan mereka, tinggal menunggu waktu yang tepat saja,\u201d imbuh Andika. [] KP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SANGATTA \u2013\u00a0 Berakhir sudah pelarian Zilas, seorang tahanan yang kabur dari sel Polres Kutim, Rabu (4\/11) lalu. Dia ditangkap Unit Satreskrim Polres Kutim pada Kamis (10\/11), sekira pukul 00.30 Wita, di sebuah rumah warga di Harapan Maju, SP 3, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau. Menurut Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko, didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Dharmasena, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15110,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,480],"tags":[1963,1964,1965],"class_list":["post-15109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-kapolres-kutim","tag-kasat-reskrim-akp-andika-dharmasena","tag-tahanan-kabur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15109"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15109\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}