{"id":151320,"date":"2025-11-18T16:06:43","date_gmt":"2025-11-18T08:06:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=151320"},"modified":"2025-11-18T16:06:43","modified_gmt":"2025-11-18T08:06:43","slug":"viral-bocah-12-tahun-terjebak-di-toren-saat-menolong-hewan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/viral-bocah-12-tahun-terjebak-di-toren-saat-menolong-hewan\/","title":{"rendered":"Viral! Bocah 12 Tahun Terjebak di Toren Saat Menolong Hewan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"304\" data-end=\"643\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Suasana tenang di kawasan Jalan Pembangunan, Nunukan Barat, mendadak heboh setelah seorang bocah bernama Hasbi Fikriah (12) terjebak di dalam sebuah toren air, Selasa (18\/11\/2025). Aksi berbahaya itu dilakukan bukan karena nekat, melainkan karena ia ingin menyelamatkan seekor kucing yang terperangkap di dalam tandon tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"645\" data-end=\"957\">Peristiwa unik sekaligus menegangkan itu bermula ketika Fikri sapaan akrabnya hendak mengisi tandon air di rumah. Ia tiba-tiba mendengar suara mengeong dari dalam tandon. Tanpa pikir panjang, ia memutuskan ikut masuk demi menolong si kucing. Namun situasi berubah kacau ketika dirinya justru tak bisa keluar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"959\" data-end=\"1273\">Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, membenarkan kejadian tersebut. \u201cCeritanya si bocah mengisi tandon. Dia mendengar suara kucing mengeong terjebak di dalamnya. Si bocah ini terpaksa masuk ke dalam tandon untuk menolong kucing, tapi malah tidak bisa keluar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1275\" data-end=\"1499\">Fikri sempat beberapa kali mencoba memanjat dinding tandon untuk keluar. Namun tubuhnya yang masih kecil dan licinnya permukaan tandon membuat ia berkali-kali gagal hingga panik. Ia kemudian berteriak memanggil orang tuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1501\" data-end=\"1708\">Orang tua Fikri langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. \u201cOrang tua si bocah menghubungi Damkar untuk minta pertolongan mengeluarkan anaknya dari tandon air,\u201d kata Wahyudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1710\" data-end=\"1914\">Tim damkar yang datang ke lokasi sempat mengalami kesulitan menarik Fikri keluar. Akhirnya salah satu petugas memutuskan ikut masuk ke dalam tandon dan mengangkat Fikri dengan cara menumpangnya di pundak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1916\" data-end=\"2110\">Beruntung, upaya tersebut berhasil. \u201cAlhamdulillah Fikri bisa dikeluarkan dari tandon. Semoga Fikri sang penyelamat menjadi anak sukses dan membanggakan kedua orang tuanya,\u201d tutur Wahyudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2112\" data-end=\"2274\">Aksi heroik bocah ini langsung menjadi perbincangan warga, bahkan menuai pujian karena keberaniannya menolong hewan meski harus berakhir terjebak di ruang sempit. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2112\" data-end=\"2274\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN &#8211; Suasana tenang di kawasan Jalan Pembangunan, Nunukan Barat, mendadak heboh setelah seorang bocah bernama Hasbi Fikriah (12) terjebak di dalam sebuah toren air, Selasa (18\/11\/2025). Aksi berbahaya itu dilakukan bukan karena nekat, melainkan karena ia ingin menyelamatkan seekor kucing yang terperangkap di dalam tandon tersebut. Peristiwa unik sekaligus menegangkan itu bermula ketika Fikri &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":151321,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[2500],"class_list":["post-151320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-nunukan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=151320"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":151322,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151320\/revisions\/151322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/151321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=151320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=151320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=151320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}