{"id":151577,"date":"2025-11-20T08:42:30","date_gmt":"2025-11-20T00:42:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=151577"},"modified":"2025-11-20T08:42:30","modified_gmt":"2025-11-20T00:42:30","slug":"mayat-dalam-karung-di-kebun-pisang-bikin-heboh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mayat-dalam-karung-di-kebun-pisang-bikin-heboh\/","title":{"rendered":"Mayat dalam Karung di Kebun Pisang Bikin Heboh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"85\" data-end=\"361\"><strong>BANTEN<\/strong> \u2014 Warga Kampung Bunder, Cikupa, Kabupaten Tangerang, dikejutkan oleh temuan mengerikan: jasad seorang pria tanpa identitas ditemukan membusuk di semak-semak kebun pisang. Penemuan pada Selasa (18\/11\/2025) pagi itu langsung memunculkan dugaan kuat adanya tindak kriminal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"363\" data-end=\"653\">Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan pihaknya membuka seluruh kemungkinan, termasuk dugaan pembunuhan. \u201cMengenai kemungkinan bahwa mayat yang ditemukan merupakan korban pembunuhan, kemungkinan itu ada,\u201d ujarnya saat dihubungi, Kamis (20\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"655\" data-end=\"826\">Namun, Indra menegaskan kepastian penyebab kematian baru dapat diperoleh setelah hasil autopsi keluar. \u201cNamun untuk kepastian, kami harus menunggu hasil autopsi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"828\" data-end=\"1178\">Identitas korban masih menjadi misteri. Polisi kini menelusuri sejumlah laporan orang hilang untuk mencari kecocokan. \u201cUntuk identitas korban belum diketahui, dan kami masih melakukan penelusuran serta pencarian informasi untuk mengungkap identitas korban. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah dengan memeriksa laporan orang hilang,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1180\" data-end=\"1516\">Jasad itu ditemukan setelah warga mencium aroma busuk yang sudah terendus sejak sehari sebelumnya. Saat petugas tiba, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan: tubuh terbungkus plastik hitam dan karung, dengan posisi telungkup. Warga bahkan menemukan kantong plastik berisi bagian kepala manusia, lalu melaporkannya ke aparat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1518\" data-end=\"1643\">\u201cTim langsung kami turunkan untuk melakukan olah TKP serta menggali keterangan saksi,\u201d kata Indra Waspada, Rabu (19\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1645\" data-end=\"1848\">Petugas segera mensterilkan lokasi dan membawa jasad ke RSUD Balaraja untuk dilakukan autopsi. \u201cTim Inafis telah melakukan identifikasi awal, namun identitas korban masih belum diketahui,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1850\" data-end=\"1992\">Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan pelaku di balik temuan mayat yang menggemparkan warga Cikupa tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1850\" data-end=\"1992\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANTEN \u2014 Warga Kampung Bunder, Cikupa, Kabupaten Tangerang, dikejutkan oleh temuan mengerikan: jasad seorang pria tanpa identitas ditemukan membusuk di semak-semak kebun pisang. Penemuan pada Selasa (18\/11\/2025) pagi itu langsung memunculkan dugaan kuat adanya tindak kriminal. Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan pihaknya membuka seluruh kemungkinan, termasuk dugaan pembunuhan. \u201cMengenai kemungkinan bahwa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":151578,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,19,35],"tags":[6685],"class_list":["post-151577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-hotnews","category-berita-nasional","tag-banten"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=151577"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151577\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":151579,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151577\/revisions\/151579"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/151578"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=151577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=151577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=151577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}