{"id":151617,"date":"2025-11-20T10:16:19","date_gmt":"2025-11-20T02:16:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=151617"},"modified":"2025-11-20T10:16:19","modified_gmt":"2025-11-20T02:16:19","slug":"panik-rumah-terbakar-saat-penghuni-berada-di-toilet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/panik-rumah-terbakar-saat-penghuni-berada-di-toilet\/","title":{"rendered":"Panik! Rumah Terbakar Saat Penghuni Berada di Toilet"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"173\" data-end=\"522\"><strong>MALINAU<\/strong> \u2014 Suasana malam di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, mendadak berubah mencekam setelah kobaran api melalap bagian dalam sebuah rumah warga, Rabu (19\/11\/2025). Insiden yang terjadi sekitar pukul 21.40 Wita itu membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk membantu memadamkan api yang terus membesar dari ruang tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"524\" data-end=\"966\">Plt Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Malinau, Agustinus, melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran, Rury Ahmad Sururie, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut laporan awal diterima dari seorang warga bernama Doni. \u201cKami menerima laporan dari warga bernama Pak Doni. Tim langsung bergerak cepat, berangkat pukul 21.41 Wita dan tiba di lokasi hanya dalam waktu 4 menit, yakni pukul 21.45 Wita,\u201d ujar Rury dalam keterangan resminya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"968\" data-end=\"1360\">Rumah yang terbakar diketahui milik Cepian Marang (42) yang beralamat di RT 07, Desa Respen Tubu. Saat kejadian, rumah sedang dihuni anaknya, Ervan (19). Tanpa disadari, api pertama kali menyala ketika Ervan sedang berada di dalam toilet. Begitu keluar, dia langsung dikejutkan dengan pemandangan ruang tengah yang sudah dipenuhi api. Sofa terbakar hebat, lalu merambat ke dinding dan plafon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1362\" data-end=\"1562\">\u201cDugaan sementara sumber api berasal dari korsleting listrik di ruangan tengah yang kemudian membakar kasur dan kursi sofa. Penghuni yang panik langsung meminta pertolongan warga sekitar,\u201d jelas Rury.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1564\" data-end=\"1876\">Sebanyak 32 personel gabungan diterjunkan untuk memadamkan amukan api tersebut. Armada yang dikerahkan meliputi 3 unit mobil tembak, 1 mobil komando (portable), dan 1 mobil rescue. Upaya pemadaman juga melibatkan personel posko induk, pos barat, pos utara, serta dukungan dari kepolisian, camat, dan kepala desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1878\" data-end=\"2151\">Kerja cepat tim Damkar akhirnya membuahkan hasil. \u201cApi berhasil ditangani hingga tuntas pukul 22.10 Wita. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, namun pemilik rumah mengalami kerugian materiil berupa kerusakan dinding, plafon, dan perabotan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2153\" data-end=\"2502\">Rury turut menekankan kembali bahwa layanan Damkar bersifat gratis tanpa biaya apapun. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada serta rutin memeriksa instalasi listrik di rumah untuk mencegah kebakaran serupa. \u201cKami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama terkait instalasi listrik,\u201d tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2153\" data-end=\"2502\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALINAU \u2014 Suasana malam di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, mendadak berubah mencekam setelah kobaran api melalap bagian dalam sebuah rumah warga, Rabu (19\/11\/2025). Insiden yang terjadi sekitar pukul 21.40 Wita itu membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk membantu memadamkan api yang terus membesar dari ruang tengah. Plt Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":151618,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2291],"tags":[2705],"class_list":["post-151617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-malinau-provinsi-kalimantan-utara","tag-malinau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=151617"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":151619,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151617\/revisions\/151619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/151618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=151617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=151617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=151617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}