{"id":151661,"date":"2025-11-20T14:09:19","date_gmt":"2025-11-20T06:09:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=151661"},"modified":"2025-11-20T14:10:18","modified_gmt":"2025-11-20T06:10:18","slug":"kapolsek-ultimatum-hentikan-peti-atau-hadapi-jerat-uu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kapolsek-ultimatum-hentikan-peti-atau-hadapi-jerat-uu\/","title":{"rendered":"Kapolsek Ultimatum: Hentikan PETI atau Hadapi Jerat UU"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong data-start=\"223\" data-end=\"238\">KAPUAS HULU<\/strong> \u2013 Upaya menekan maraknya praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali digencarkan jajaran Polsek Putussibau Selatan. Melalui pendekatan persuasif, aparat kepolisian turun langsung ke titik-titik yang selama ini kerap dijadikan lokasi aktivitas tambang ilegal untuk menyampaikan peringatan serta risiko hukum bagi para pelakunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek Putussibau Selatan, IPDA Amarullah, menegaskan bahwa langkah sosialisasi tersebut menyasar seluruh pihak yang terlibat dalam praktik PETI, baik sebagai pekerja, pemilik lahan, hingga pemodal.<br data-start=\"776\" data-end=\"779\" \/>&#8220;Dalam sosialisasi ini kami memasang spanduk imbauan di lokasi PETI, dengan melibatkan 6 orang personil Polsek Putussibau Selatan,&#8221; ujarnya kepada wartawan, Kamis (20\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Amarullah, pemasangan spanduk dan penyampaian imbauan secara langsung dilakukan agar masyarakat memahami dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan aktivitas tambang ilegal.<br data-start=\"1156\" data-end=\"1159\" \/>Ia menambahkan, \u201cKita juga menyampaikan ancaman hukuman bagi masyarakat yang melakukan aktivitas PETI tersebut, seperti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain ancaman pidana, masyarakat diingatkan bahwa efek jangka panjang PETI dapat menghancurkan ekosistem sungai dan kawasan hutan yang menjadi sumber kehidupan warga Kecamatan Putussibau Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek berharap langkah pencegahan ini mampu mendorong kesadaran warga agar tidak terlibat, sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam menjaga lingkungan.<br data-start=\"1784\" data-end=\"1787\" \/>&#8220;Kami mengajak peran penting dan kerjasama seluruh tokoh masyarakat dan tokoh adat, untuk bersama-sama menjaga ekosistem lingkungan, agar menghindari dampak kerusakan lingkungan yang semakin meluas,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amarullah juga memastikan bahwa pihaknya akan tetap rutin melakukan sosialisasi serta pemantauan di lapangan.<br data-start=\"2111\" data-end=\"2114\" \/>&#8220;Kita berharap kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat, untuk melaporkan kepada pihak terkait, jika menemukan aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Polsek Putussibau Selatan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam pengawasan demi mencegah kerusakan lingkungan yang makin parah akibat PETI. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAPUAS HULU \u2013 Upaya menekan maraknya praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali digencarkan jajaran Polsek Putussibau Selatan. Melalui pendekatan persuasif, aparat kepolisian turun langsung ke titik-titik yang selama ini kerap dijadikan lokasi aktivitas tambang ilegal untuk menyampaikan peringatan serta risiko hukum bagi para pelakunya. Kapolsek Putussibau Selatan, IPDA Amarullah, menegaskan bahwa langkah sosialisasi tersebut &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":151662,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,28],"tags":[14130,14126,4861,14125,14124,14127,14129,14122,12507,14123,14128,10275],"class_list":["post-151661","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kapuas-hulu-putussibau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-aparat-kepolisian-kapuas-hulu","tag-hukum-pertambangan","tag-kalimantan-barat","tag-kerusakan-lingkungan","tag-larangan-peti","tag-lingkungan-hidup","tag-penindakan-peti","tag-peti-kapuas-hulu","tag-polsek-putussibau-selatan","tag-sosialisasi-peti","tag-spanduk-imbauan-peti","tag-tambang-emas-ilegal"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151661","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=151661"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151661\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":151664,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151661\/revisions\/151664"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/151662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=151661"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=151661"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=151661"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}