{"id":151939,"date":"2025-11-21T17:22:42","date_gmt":"2025-11-21T09:22:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=151939"},"modified":"2025-11-21T17:22:42","modified_gmt":"2025-11-21T09:22:42","slug":"ikn-makin-asri-dpr-bi-kemenkeu-kompak-tanam-pohon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ikn-makin-asri-dpr-bi-kemenkeu-kompak-tanam-pohon\/","title":{"rendered":"IKN Makin Asri! DPR\u2013BI\u2013Kemenkeu Kompak Tanam Pohon"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"321\" data-end=\"637\"><strong>PENAJAM PASER UTARA <\/strong>\u2013 Langkah hijau menuju masa depan Ibu Kota Nusantara kembali ditegaskan lewat aksi simbolis namun sarat makna. Otorita IKN bersama Badan Anggaran DPR RI, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia menanam 40 pohon sebagai tanda dukungan lintas lembaga terhadap visi Nusantara sebagai <em data-start=\"621\" data-end=\"634\">forest city<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"639\" data-end=\"993\">Penanaman ini berlangsung di Plaza Bhineka Tunggal Ika, Kamis (20\/11\/2025), sebelum rombongan meninjau progres pembangunan Istana Negara dan Plaza Legislatif. Selain menjadi seremoni, kegiatan ini memperlihatkan bahwa konsep \u201cibu kota hijau\u201d bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk masa depan Indonesia yang lebih merata dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"995\" data-end=\"1183\">Beragam jenis pohon seperti Bodhi, Ulin, dan Mahoni dipilih karena nilai ekologis serta filosofi yang menggambarkan karakter kota hutan Nusantara tangguh, teduh, dan memiliki umur panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1185\" data-end=\"1618\">Usai menanam pohon, rombongan melanjutkan peninjauan ke kawasan legislatif yang menjadi salah satu zona paling strategis di IKN. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memaparkan gambaran besarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1185\" data-end=\"1618\">\u201cKawasan legislatif akan kita bangun di atas lahan seluas 41,81 hektare yang terdiri atas Gedung DPR 1, Gedung DPR 2, Gedung Sidang Paripurna, Gedung MPR, dan Gedung DPD. Kami targetkan selesai pada tahun 2028,\u201d ujar Basuki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1620\" data-end=\"1968\">Sementara itu, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI sekaligus Ketua Delegasi, Syarief Abdullah, tak menutupi kekagumannya melihat perubahan besar yang berlangsung cepat. \u201cHampir dua tahun saya tidak ke sini, dan kini IKN sudah menjadi kota yang luar biasa asri. Yang paling membanggakan, 100% dibangun oleh anak bangsa Indonesia,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1970\" data-end=\"2383\">Rangkaian kegiatan ini mempertegas bahwa pembangunan IKN bukan hanya proyek beton dan gedung, tetapi juga upaya merawat lingkungan dan menciptakan ekosistem kota modern yang tetap berpihak pada alam. Dukungan berbagai lembaga negara menjadi penopang kuat bagi terwujudnya Nusantara sebagai ibu kota hijau Indonesia simbol pemerataan pembangunan yang memberi harapan besar bagi kawasan timur dan masa depan bangsa. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1970\" data-end=\"2383\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAJAM PASER UTARA \u2013 Langkah hijau menuju masa depan Ibu Kota Nusantara kembali ditegaskan lewat aksi simbolis namun sarat makna. Otorita IKN bersama Badan Anggaran DPR RI, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia menanam 40 pohon sebagai tanda dukungan lintas lembaga terhadap visi Nusantara sebagai forest city. Penanaman ini berlangsung di Plaza Bhineka Tunggal Ika, Kamis &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":151941,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[],"class_list":["post-151939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=151939"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151939\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":151942,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151939\/revisions\/151942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/151941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=151939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=151939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=151939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}