{"id":152096,"date":"2025-11-22T17:37:21","date_gmt":"2025-11-22T09:37:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=152096"},"modified":"2025-11-22T17:37:21","modified_gmt":"2025-11-22T09:37:21","slug":"sirkuit-tana-paser-dievaluasi-untuk-event-desember","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sirkuit-tana-paser-dievaluasi-untuk-event-desember\/","title":{"rendered":"Sirkuit Tana Paser Dievaluasi untuk Event Desember"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PASER<\/strong> \u2013 Menjelang pelaksanaan Bupati Paser Open Road Race 2025 yang akan berlangsung pada 6\u20137 Desember mendatang, Pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Paser tengah menyiapkan sejumlah perbaikan untuk memastikan gelaran balap motor di Sirkuit Tana Paser berjalan lebih aman, tertib, dan nyaman bagi peserta maupun penonton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Evaluasi ini dilakukan setelah IMI Paser menuntaskan Kejurnas Road Race Motoprix pada Oktober lalu. Dari penyelenggaraan tersebut, panitia mendapatkan banyak masukan yang menjadi dasar pembenahan. Sekretaris IMI Paser, Zulkifli Kaharuddin, menyebut aspek keselamatan lintasan menjadi salah satu perhatian utama. \u201cBerkat event kemarin kami bisa tahu beberapa titik yang memang rawan. Nah, itu akan kami perbaiki, akan kami bikin safety-lah untuk pengaman pembalap,\u201d kata Zulkahar, Jum&#8217;at (21\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, identifikasi titik rawan tersebut penting mengingat sirkuit merupakan area berisiko tinggi. Perbaikan rambu, pagar pembatas, hingga area run-off menjadi fokus agar keselamatan peserta dapat terjamin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain keamanan lintasan, isu retribusi parkir juga menjadi perhatian serius. Banyak pengunjung mengeluhkan tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp10 ribu saat penyelenggaraan Kejurnas. Zulkahar menegaskan IMI Paser tidak terlibat dalam pengelolaan parkir. \u201cKami dari panitia IMI, tidak ada menarik uang parkir. Jadi murni diserahkan kepada pemerintah melalui Dishub dan dikelola Dishub dengan beberapa pihak ketiga seperti Ormas-ormas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">IMI Paser juga memeriksa ulang tata kelola pedagang UMKM di area sirkuit. Zulkahar memastikan pihaknya tidak pernah menarik biaya dari pelaku UMKM. Ke depan, area UMKM akan direstrukturisasi agar lebih tertib dan tidak mengganggu jalur keluar-masuk penonton. \u201cUntuk UMKM nanti ada beberapa titik yang akan kami hilangkan dan akan kami fokuskan di satu titik nanti, biar bisa lebih fokus,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Evaluasi lain mencakup pengaturan akses menuju area paddock. Banyaknya masyarakat yang keluar masuk tanpa kepentingan pada event sebelumnya dinilai dapat mengganggu aktivitas teknis tim balap. Untuk itu, area paddock akan disterilkan. \u201cBesok buat masyarakat khususnya penonton di area paddock, kami imbau untuk yang tidak berkepentingan agar tidak masuk ke area paddock. Karena itu sangat mengganggu peserta, pembalap, dan tim yang beraktivitas di paddock,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan rangkaian pembenahan ini, IMI Paser berharap penyelenggaraan Bupati Paser Open Road Race dapat berlangsung lebih profesional dan memberikan pengalaman kompetitif yang optimal, baik bagi pembalap maupun penonton. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASER \u2013 Menjelang pelaksanaan Bupati Paser Open Road Race 2025 yang akan berlangsung pada 6\u20137 Desember mendatang, Pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Paser tengah menyiapkan sejumlah perbaikan untuk memastikan gelaran balap motor di Sirkuit Tana Paser berjalan lebih aman, tertib, dan nyaman bagi peserta maupun penonton. Evaluasi ini dilakukan setelah IMI Paser menuntaskan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":152097,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,477],"tags":[],"class_list":["post-152096","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-paser"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152096"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152096\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152098,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152096\/revisions\/152098"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/152097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}