{"id":152114,"date":"2025-11-22T17:55:19","date_gmt":"2025-11-22T09:55:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=152114"},"modified":"2025-11-22T17:55:19","modified_gmt":"2025-11-22T09:55:19","slug":"bunda-paud-apresiasi-pentas-seni-dan-bazar-tk-sion","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bunda-paud-apresiasi-pentas-seni-dan-bazar-tk-sion\/","title":{"rendered":"Bunda PAUD Apresiasi Pentas Seni dan Bazar TK Sion"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>NUNUKAN <\/b>\u2013 Kegiatan pentas seni dan bazar yang digelar PAUD dan TK Sion menjadi ruang belajar yang bukan hanya meriah, tetapi juga sarat makna bagi perkembangan karakter anak sejak usia dini. Kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan, S.E., pada pembukaan kegiatan bertema \u201cTumbuh Berkarakter Menuju Indonesia Hebat\u201d di halaman sekolah, Sabtu (22\/11\/2025), semakin menegaskan pentingnya pendidikan kolaboratif antara lembaga, orang tua, dan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara diawali dengan pengguntingan pita yang dilakukan Bunda PAUD dan disambut gemuruh tepuk tangan para orang tua serta undangan. Kegiatan ini menghadirkan suasana hangat yang mencerminkan antusiasme seluruh pihak dalam mendukung pembelajaran kreatif bagi anak usia dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Area bazar yang dipenuhi kreasi kuliner hasil tangan orang tua dan anak\u2014mulai dari mi goreng, ayam goreng, pisang goreng, salad buah, jelly hingga beragam minuman segar\u2014menjadi wahana praktik ekonomi sederhana. Stan-stan yang tertata berwarna-warni tampak hidup dan menjadi sarana anak-anak untuk mengenal proses produksi sekaligus interaksi sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bunda PAUD bersama jajaran juga sempat berkeliling, membeli sejumlah produk, dan menyapa para orang tua yang berpartisipasi. Momen tersebut memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pelaku bazar karena karya mereka mendapat apresiasi langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemeriahan berlanjut di panggung pentas seni. Penampilan angklung yang dimainkan bersama anak-anak saat membawakan lagu \u201cKasih Ibu Sepanjang Masa\u201d menjadi salah satu sesi yang paling menyentuh. Interaksi Bunda PAUD dengan anak-anak memperlihatkan pendekatan pendidikan yang hangat dan inklusif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pernyataannya, Bunda PAUD menekankan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan kreatif. \u201cSaya sebagai Bunda PAUD sangat mendukung kegiatan ini, sehingga saya berkunjung ke sini,\u201d ujarnya. Ia juga menilai kegiatan luar kelas memberikan manfaat signifikan dalam mengasah bakat. \u201cPAUD itu tidak selalu diharuskan belajar di kelas, anak-anak juga harus mengasah bakatnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia kembali menegaskan pentingnya pentas seni bagi tumbuh kembang karakter peserta didik. \u201cPentas seni ini untuk membentuk karakter anak-anak, mengajak mereka lebih percaya diri dan bertanggung jawab,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, aktivitas bazar dinilai mampu memperkenalkan konsep ekonomi keluarga. \u201cAnak-anak bisa belajar dari ibu-ibu mereka, misalnya bagaimana mencari uang atau meningkatkan ekonomi keluarga dari rumah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menutup kunjungan, ia mengajak orang tua terus mendukung pendidikan sejak dini. \u201cJadi jangan lupa, untuk semua para orang tua, masukkanlah anak-anaknya ke PAUD sebagai bagian dari mendukung 13 tahun wajib belajar,\u201d pesannya. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2013 Kegiatan pentas seni dan bazar yang digelar PAUD dan TK Sion menjadi ruang belajar yang bukan hanya meriah, tetapi juga sarat makna bagi perkembangan karakter anak sejak usia dini. Kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan, S.E., pada pembukaan kegiatan bertema \u201cTumbuh Berkarakter Menuju Indonesia Hebat\u201d di halaman sekolah, Sabtu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":152115,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[],"class_list":["post-152114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152114"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152116,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152114\/revisions\/152116"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/152115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}