{"id":152166,"date":"2025-11-23T08:51:26","date_gmt":"2025-11-23T00:51:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=152166"},"modified":"2025-11-23T08:51:26","modified_gmt":"2025-11-23T00:51:26","slug":"bogor-gempar-uang-rp-124-juta-jadi-motif-pembunuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bogor-gempar-uang-rp-124-juta-jadi-motif-pembunuhan\/","title":{"rendered":"Bogor Gempar! Uang Rp 12,4 Juta Jadi Motif Pembunuhan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"318\" data-end=\"660\"><strong>JAWA BARAT<\/strong> \u2014 Kasus pembunuhan tragis terjadi di kawasan Cisarua, Bogor. Seorang perempuan berinisial N (59) ditemukan tewas setelah cekcok terkait tabungan yang ia titipkan kepada seorang wanita berinisial NAF (32). Tabungan yang dikumpulkannya selama dua tahun itu rencananya digunakan untuk mewujudkan niatnya berangkat umrah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"662\" data-end=\"936\">&#8220;Keterangan sementara demikian (untuk umrah), tabungan itu ditabung dua tahun berjalan, yang sehari tabungan Rp 50-100 ribu menyesuaikan penghasilan korban dan sampai akhir terkumpul 12,4 juta,&#8221; ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo, Sabtu (22\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"938\" data-end=\"1164\">Pelaku yang diketahui sebagai ibu rumah tangga sehari-hari berada di sebuah sekolah di Cisarua. Korban seorang pedagang di sekolah yang sama ikut menitipkan tabungannya kepada pelaku, sebagaimana dilakukan sejumlah wali murid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1166\" data-end=\"1320\">&#8220;Di mana ibu-ibu wali murid kemudian menitipkan atau membuat tabungan di pelaku. Kemudian korban juga ingin menitipkan uangnya ke pelaku,&#8221; kata Anggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1322\" data-end=\"1666\">Namun, uang yang seharusnya disimpan justru dipakai pelaku untuk kebutuhan hidupnya. &#8220;Keterangan sementara uangnya digelapkan pelaku untuk kebutuhan sehari-hari karena faktor ekonomi. Tabungan itu orang tua murid mempercayakan kepada pelaku menitipkan uangnya seperti kalau ada kegiatan sekolah piknik nanti dari situ diambil,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1668\" data-end=\"1798\">Barang bukti seperti ponsel korban, pakaian pelaku, bantal, kayu, dan pisau yang dipakai menghabisi korban turut diamankan polisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1800\" data-end=\"2137\">Penyelidikan mengungkap bahwa pelaku dan korban sebelumnya telah janjian bertemu di rumah korban pada Kamis (20\/11) untuk membahas pengembalian uang tabungan. Suasana memanas ketika pelaku meminta waktu tambahan untuk mengembalikan dana tersebut, sebelum akhirnya pertengkaran berubah menjadi tindakan brutal yang merenggut nyawa korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2139\" data-end=\"2337\">&#8220;Awalnya pelaku mendatangi korban pukul 11.00 WIB untuk berbicara terkait uang korban yang dititipkan kepada pelaku sebagai tabungan Rp 12,4 juta yang pada hari itu diminta korban,&#8221; jelas Anggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2339\" data-end=\"2521\">Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis. &#8220;Tersangka kami sangkakan Pasal 365 ayat 3 dan atau 338 dan atau 351 ayat 3 yang ancaman hukuman 15 tahun,&#8221; pungkasnya. []\n<p data-start=\"2339\" data-end=\"2521\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT \u2014 Kasus pembunuhan tragis terjadi di kawasan Cisarua, Bogor. Seorang perempuan berinisial N (59) ditemukan tewas setelah cekcok terkait tabungan yang ia titipkan kepada seorang wanita berinisial NAF (32). Tabungan yang dikumpulkannya selama dua tahun itu rencananya digunakan untuk mewujudkan niatnya berangkat umrah. &#8220;Keterangan sementara demikian (untuk umrah), tabungan itu ditabung dua tahun &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":152167,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9359,35],"tags":[8649],"class_list":["post-152166","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-jawa-barat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152166"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152166\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152169,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152166\/revisions\/152169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/152167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}