{"id":152213,"date":"2025-11-23T16:47:10","date_gmt":"2025-11-23T08:47:10","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=152213"},"modified":"2025-11-23T16:47:10","modified_gmt":"2025-11-23T08:47:10","slug":"kuota-haji-tarakan-naik-40-nama-tambahan-siap-berangkat-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kuota-haji-tarakan-naik-40-nama-tambahan-siap-berangkat-2026\/","title":{"rendered":"Kuota Haji Tarakan Naik! 40 Nama Tambahan Siap Berangkat 2026"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"225\" data-end=\"506\"><strong>TARAKAN<\/strong> \u2013 Kabar menggembirakan datang bagi calon jemaah haji di Kota Tarakan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, Syopyan, memastikan kuota haji tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan. Jumlah yang sebelumnya hanya 150 jemaah, kini bertambah menjadi 190 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"508\" data-end=\"727\">Syopyan menjelaskan bahwa penambahan tersebut langsung ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui sistem, sehingga tugas Kemenag Tarakan hanya melakukan konfirmasi kepada nama-nama tambahan yang masuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"729\" data-end=\"980\">\u201cAda penambahan kuota infonya, nanti bisa dicek ke Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh ya, kuota haji sekarang itu 190, ada penambahan sekitar 40 orang. Ini sedang proses dan itu langsung dari pusat, bukan dari kita,\u201d terangnya, Minggu (23\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"982\" data-end=\"1227\">Begitu daftar nama tambahan muncul dalam sistem, pihaknya langsung melakukan pengecekan serta meminta konfirmasi kesiapan keberangkatan. Nama-nama tersebut juga diumumkan melalui grup RT untuk memastikan mereka segera melapor ke Kemenag Tarakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1229\" data-end=\"1568\">Syopyan menegaskan, setiap daerah mendapat kuota berbeda. Ia berharap penambahan kuota ini bisa mempercepat waktu tunggu haji yang selama ini sangat panjang. Di Tarakan, seseorang yang mendaftar tahun ini harus menunggu hingga 37 tahun untuk bisa berangkat. Dengan tambahan kuota, angka tersebut diharapkan dapat berkurang secara bertahap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1570\" data-end=\"1959\">\u201cNah untuk penambahan kuota ini juga berdasarkan jumlah daftar tunggu ya, semakin lama daftar tunggu akan mendapatkan kuota yang lebih banyak. Karena kuota ini juga mengurangi dari provinsi lain yang jumlah daftar tunggunya sedikit, sedangkan di Kalimantan Utara termasuk dalam salah satu provinsi yang daftar tunggunya cukup lama sehingga mendapatkan penambahan kuota haji,\u201d bebernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1961\" data-end=\"2203\">Ia menambahkan, jemaah yang mendapat kuota tambahan namun belum siap secara material maupun mental akan digantikan oleh calon jemaah lain yang siap berangkat pada 2026, terutama terkait pelunasan biaya haji yang masih menunggu regulasi resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2205\" data-end=\"2356\">\u201cMasih menunggu Perpres, nanti kalau sudah ada calon jemaah haji baru bisa melakukan pelunasan di bank syariah tempat mereka menabung,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2205\" data-end=\"2356\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TARAKAN \u2013 Kabar menggembirakan datang bagi calon jemaah haji di Kota Tarakan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, Syopyan, memastikan kuota haji tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan. Jumlah yang sebelumnya hanya 150 jemaah, kini bertambah menjadi 190 orang. Syopyan menjelaskan bahwa penambahan tersebut langsung ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui sistem, sehingga tugas &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":152214,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2257],"tags":[2717],"class_list":["post-152213","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara","tag-tarakan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152213"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152213\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152215,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152213\/revisions\/152215"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/152214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}