{"id":152376,"date":"2025-11-24T17:01:08","date_gmt":"2025-11-24T09:01:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=152376"},"modified":"2025-11-24T17:01:08","modified_gmt":"2025-11-24T09:01:08","slug":"kejari-nunukan-musnahkan-255-ton-pupuk-55-gram-sabu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kejari-nunukan-musnahkan-255-ton-pupuk-55-gram-sabu\/","title":{"rendered":"Kejari Nunukan Musnahkan 25,5 Ton Pupuk &#038; 55 Gram Sabu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"209\" data-end=\"507\"><strong>NUNUKAN<\/strong> \u2013 Ratusan barang bukti dari berbagai perkara yang telah berkekuatan hukum tetap sepanjang 2025 dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan. Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Kejari, Senin (24\/11\/2025), disaksikan sejumlah instansi terkait sebagai bentuk transparansi penegakan hukum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"509\" data-end=\"1016\">Pemusnahan ini dilaksanakan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Nunukan serta Surat Perintah Kepala Kejari Nunukan Nomor: Print-11\/O.5.16\/BPApa.1\/11\/2025 tertanggal 21 November 2025. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika jenis sabu seberat 55,16 gram, 18 alat isap, 4 unit handphone, 43 lembar dokumen, hingga 25 item senjata tajam dan benda tumpul. Kejari juga memusnahkan 510 karung pupuk atau setara 25,5 ton, berikut barang bukti lain seperti pakaian, tas, dompet, dan perlengkapan pribadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1018\" data-end=\"1323\">Kepala Kejari Nunukan, Burhanuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian penyelesaian perkara yang ditangani sejak Januari 2025. \u201cSemua barang bukti yang kita musnahkan hari ini berasal dari perkara yang sudah inkrah sejak awal tahun hingga November 2025,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1325\" data-end=\"1703\">Ia merinci, barang bukti itu berasal dari 80 perkara narkotika, 44 perkara tindak pidana umum, 14 perkara orang dan harta benda, serta 18 perkara terkait tindak pidana ekonomi dan keuangan negara. Jenis pemusnahan disesuaikan dengan karakter barang: sabu dilarutkan ke air bercampur cairan pembersih lantai, pakaian dibakar, sedangkan senjata tajam dipotong menggunakan gerinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1705\" data-end=\"1946\">Untuk barang bukti pupuk, Kejari melakukan pemusnahan secara simbolis di lokasi kegiatan. \u201cEmpat karung kita musnahkan secara simbolis, sementara lebih dari 400 karung lainnya akan dibenamkan di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA),\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1948\" data-end=\"2149\">Selain memusnahkan barang bukti fisik, Kejari Nunukan juga menyerahkan barang bukti uang sebesar Rp30 juta dari perkara pencurian ke kas negara. \u201cSudah kami setorkan ke kas negara,\u201d tambah Burhanuddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2151\" data-end=\"2300\">Ia menegaskan bahwa tindak pidana narkotika masih mendominasi sepanjang tahun. \u201cMencapai 80 persen dari total perkara yang kita tangani,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2151\" data-end=\"2300\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2013 Ratusan barang bukti dari berbagai perkara yang telah berkekuatan hukum tetap sepanjang 2025 dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan. Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Kejari, Senin (24\/11\/2025), disaksikan sejumlah instansi terkait sebagai bentuk transparansi penegakan hukum. Pemusnahan ini dilaksanakan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Nunukan serta Surat Perintah Kepala Kejari Nunukan Nomor: Print-11\/O.5.16\/BPApa.1\/11\/2025 tertanggal 21 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":152377,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2248],"tags":[],"class_list":["post-152376","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152376"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152376\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152378,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152376\/revisions\/152378"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/152377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}