{"id":152780,"date":"2025-11-26T12:08:42","date_gmt":"2025-11-26T04:08:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=152780"},"modified":"2025-11-26T12:08:42","modified_gmt":"2025-11-26T04:08:42","slug":"penambang-hanyut-3-hari-jasad-ditemukan-7-km-dari-lokasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penambang-hanyut-3-hari-jasad-ditemukan-7-km-dari-lokasi\/","title":{"rendered":"Penambang Hanyut 3 Hari, Jasad Ditemukan 7 Km dari Lokasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TANAH BUMBU<\/strong> \u2013 Warga Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), kembali dilanda duka mendalam setelah seorang penambang emas, Khairan Tomy (28), ditemukan meninggal dunia di Sungai Mangkalapi. Kepergian korban menambah daftar tragedi di wilayah sungai yang kerap dimanfaatkan warga untuk aktivitas pertambangan tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khairan dinyatakan hilang sejak Minggu 23 November 2025 dan upaya pencarian terus berlangsung tanpa jeda selama tiga hari. Tim SAR Gabungan memulai operasi sejak Selasa pagi pukul 07.15 Wita, menyusuri area pencarian seluas 2 km\u00b2 menuju hilir sungai. Penyisiran dilakukan dengan mengerahkan perahu karet, peralatan pendeteksi, serta dukungan masyarakat setempat yang mengenal alur sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, S.E., M.A.P., menyampaikan bahwa korban akhirnya ditemukan pada Selasa (25\/11\/2025) pukul 16.15 Wita. Lokasi penemuan berada di titik koordinat 3\u00b023\u20199.64\u2033S \u2013 115\u00b032\u201953.20\u2033E, sekitar 7 kilometer dari titik awal kejadian. Setelah berhasil dievakuasi, tubuh Khairan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cCuaca selama pencarian cerah berawan sehingga operasi berjalan optimal. Kami berterima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang terlibat,\u201d ujarnya. Ucapan tersebut sekaligus menandai berakhirnya operasi SAR yang sejak hari pertama mendapat perhatian luas dari warga Mangkalapi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari keterangan saksi, kejadian bermula ketika korban berada di tengah sungai dan diduga terseret arus kuat. \u201cKorban sempat berteriak dari tengah sungai,\u201d ujar saksi yang turut berada di lokasi. Dalam kondisi panik, Khairan mencoba bertahan dengan berpegangan pada tali yang dipasang warga untuk membantu mobilitas di area sungai. Namun derasnya arus membuat pegangan korban terlepas sehingga ia hanyut sebelum sempat diselamatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya saksi untuk menolong tidak membuahkan hasil. \u201cSaksi mencoba menolong, namun arus terlalu deras hingga pegangan korban terlepas dan akhirnya hanyut terbawa arus,\u201d demikian kronologi yang dihimpun di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menghidupkan kembali kekhawatiran masyarakat mengenai keselamatan aktivitas tambang rakyat di sekitar aliran sungai. Banyak warga berharap pemerintah daerah memperketat pengawasan serta menyediakan sarana keselamatan agar tragedi serupa tidak lagi terjadi. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANAH BUMBU \u2013 Warga Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), kembali dilanda duka mendalam setelah seorang penambang emas, Khairan Tomy (28), ditemukan meninggal dunia di Sungai Mangkalapi. Kepergian korban menambah daftar tragedi di wilayah sungai yang kerap dimanfaatkan warga untuk aktivitas pertambangan tradisional. Khairan dinyatakan hilang sejak Minggu 23 November 2025 dan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":152781,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2276,2278],"tags":[],"class_list":["post-152780","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152780"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152780\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152782,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152780\/revisions\/152782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/152781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}