{"id":152908,"date":"2025-11-27T17:08:36","date_gmt":"2025-11-27T09:08:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=152908"},"modified":"2025-11-27T17:08:36","modified_gmt":"2025-11-27T09:08:36","slug":"bukan-ikan-pemancing-kotim-malah-tarik-buaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bukan-ikan-pemancing-kotim-malah-tarik-buaya\/","title":{"rendered":"Bukan Ikan, Pemancing Kotim Malah Tarik Buaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"168\" data-end=\"497\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2013 Kejadian unik sekaligus menegangkan terjadi di pinggiran Sungai Mentaya. Warga Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, mendadak geger setelah seorang pemancing bernama Udin pulang bukan membawa ikan Otek seperti biasanya, melainkan seekor anak buaya berukuran sekitar satu meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"499\" data-end=\"697\">Menurut warga setempat, Bachtiar, Amang Udin memang dikenal rajin memancing terutama saat musim udang seperti sekarang. Niatnya sederhana, mencari lauk harian. Namun hari itu nasib berkata lain. \u201cAmang Udin tu mau mencari ikan Otek,\u201d ujar Bachtiar, Kamis (27\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"801\" data-end=\"1070\">Biasanya warga memakai umpan isi perut ayam atau bekicot untuk menarik ikan Patin atau Otek. Namun rupanya aroma tersebut juga menarik perhatian seekor buaya muda. Saat joran bergerak, Udin mengira mendapat ikan besar ternyata reptil buas berkaki empat yang tersangkut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1072\" data-end=\"1207\">Buaya kecil itu sempat diangkat ke daratan. Kaget dan takut induknya berada di sekitar, Udin buru-buru melepaskannya kembali ke sungai. \u201cSidin mancing di Basirih Hulu, tiba-tiba dapat buaya. Mau nggak mau dilepas, takut ada ibunya,\u201d kata Bachtiar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1328\" data-end=\"1447\">Sementara itu, Komandan Resort BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, menyebut reptil tersebut adalah jenis buaya muara. \u201cItu jenis buaya muara. Masih anakan,\u201d jelas Muriansyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1513\" data-end=\"1576\">Ia menambahkan, anak buaya seusia itu biasanya tidak sendirian. \u201cSeukuran itu sudah misah dari induknya. Biasanya lebih dari satu anaknya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1670\" data-end=\"1798\">Muriansyah juga mengingatkan warga tetap waspada mengingat saat ini memasuki fase kawin dan bertelur ketika buaya lebih agresif. \u201cAkhir tahun sampai awal tahun itu fase kawin dan bertelur. Buaya jadi lebih agresif,\u201d tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1802\" data-end=\"1902\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2013 Kejadian unik sekaligus menegangkan terjadi di pinggiran Sungai Mentaya. Warga Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, mendadak geger setelah seorang pemancing bernama Udin pulang bukan membawa ikan Otek seperti biasanya, melainkan seekor anak buaya berukuran sekitar satu meter. Menurut warga setempat, Bachtiar, Amang Udin memang dikenal rajin memancing terutama saat musim &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":152911,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-152908","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152908","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152908"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152908\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152912,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152908\/revisions\/152912"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/152911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152908"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152908"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152908"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}