{"id":152935,"date":"2025-11-27T17:32:30","date_gmt":"2025-11-27T09:32:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=152935"},"modified":"2025-11-27T17:32:30","modified_gmt":"2025-11-27T09:32:30","slug":"survei-ungkap-bullying-masih-marak-disdik-kalteng-bentuk-satgas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/survei-ungkap-bullying-masih-marak-disdik-kalteng-bentuk-satgas\/","title":{"rendered":"Survei Ungkap Bullying Masih Marak, Disdik Kalteng Bentuk Satgas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"415\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> \u2014 Kasus perundungan atau <em data-start=\"43\" data-end=\"53\">bullying<\/em> di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Akhir (SLTA) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata masih terjadi dan menjadi perhatian serius. Meskipun Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng menyebut belum menerima laporan resmi terkait bullying, hasil survei Litbang Kompas mengungkap bahwa praktik perundungan masih dirasakan oleh sejumlah siswa di sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"417\" data-end=\"603\">Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menuturkan bahwa hasil survei tersebut menunjukkan indikasi bahwa bullying masih menghantui lingkungan pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"417\" data-end=\"603\">\u201cItem survei Litbang Kompas itu ada terkait bullying. Ketika disurvei, anak-anak merasa di sekolahnya masih ada bullying,\u201d kata Reza di Palangka Raya, Kamis (27\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"810\" data-end=\"1001\">Reza menyebut bahwa kondisi ini seperti fenomena gunung es, di mana kasus yang muncul ke permukaan sangat sedikit, namun yang tak terlihat berpotensi jauh lebih besar dan mengkhawatirkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"810\" data-end=\"1001\">\u201cDi atasnya kecil, tapi di bawahnya bisa masalah besar. Kami berharap tidak demikian, karena guru-guru selalu kami ajak pertemuan virtual untuk memantau kasus ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1184\" data-end=\"1297\">Hingga kini, belum ada laporan resmi yang masuk ke Disdik Kalteng. Namun, Reza menegaskan pentingnya kewaspadaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1184\" data-end=\"1297\">\u201cBelum ada laporan. Kami mohon doa semoga Kalteng selalu kondusif dan aman dari bullying, karena di daerah lain kasusnya banyak sekali,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1497\" data-end=\"1750\">Sebagai langkah pencegahan, Disdik Kalteng membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Bullying di setiap sekolah SMA\/SMK di bawah naungan Pemprov Kalteng. Satgas ini bertugas melakukan pencegahan, pemantauan, hingga menangani potensi tindakan perundungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1497\" data-end=\"1750\">\u201cKami tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi. Kasus ini harus menjadi perhatian. Selain itu, kami bentuk satgas anti bullying di setiap sekolah,\u201d tegas Reza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1921\" data-end=\"2078\">Ia berharap satuan pendidikan dapat memperkuat komunikasi antara guru, orangtua, dan siswa agar indikasi bullying dapat lebih cepat terdeteksi dan ditangani. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1921\" data-end=\"2078\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2014 Kasus perundungan atau bullying di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Akhir (SLTA) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata masih terjadi dan menjadi perhatian serius. Meskipun Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng menyebut belum menerima laporan resmi terkait bullying, hasil survei Litbang Kompas mengungkap bahwa praktik perundungan masih dirasakan oleh sejumlah siswa di sekolah. Pelaksana Tugas &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":152936,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-152935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152935"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152937,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152935\/revisions\/152937"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/152936"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}