{"id":153074,"date":"2025-11-28T15:50:00","date_gmt":"2025-11-28T07:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=153074"},"modified":"2025-11-28T15:50:00","modified_gmt":"2025-11-28T07:50:00","slug":"duel-sengit-juara-umum-ditentukan-di-laga-basket-penutup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/duel-sengit-juara-umum-ditentukan-di-laga-basket-penutup\/","title":{"rendered":"Duel Sengit! Juara Umum Ditentukan di Laga Basket Penutup"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"255\" data-end=\"681\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> \u2014 Persaingan perebutan juara umum pada pertandingan olahraga tingkat provinsi semakin memanas menjelang penutupan event. Hingga Kamis (27\/11\/2025), Balikpapan dan Samarinda sama-sama mengoleksi 52 medali emas, meninggalkan tensi persaingan yang kian tajam pada laga penentuan terakhir. Hal tersebut disampaikan Kadisporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, saat memberikan keterangan di Aula Pemkot Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"683\" data-end=\"1072\">Ratih menegaskan bahwa kompetisi berjalan sangat ketat dan penuh tekanan, mengingat peluang menjadi juara umum masih terbuka lebar bagi kedua daerah. \u201cKita bersaing ketat dengan Samarinda. Posisi sekarang sama-sama 52 emas. Kan sebentar ditutup tuh. Jadi masih ada pertandingan basket. Moga-moga kita bisa meraih emas di basket yang menutup dengan juara umum,\u201d ungkapnya penuh harap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1074\" data-end=\"1301\">Di tengah tensi tinggi menjelang akhir pertandingan, Ratih tetap menunjukkan optimisme atas peluang Balikpapan. \u201cYa kami kan tetap berdoa semoga bisa meraih sisa pertandingan ini emas untuk Bapak. Ini sama nama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1303\" data-end=\"1657\">Ratih mengaku terus memantau perkembangan perolehan medali dari waktu ke waktu. \u201cSangat sengit sekali. Tadi saya tidak konsen juga, saya melihat hasilnya, dilaporkan baru menerima 6 emas ya, tadi dari capang olahraga renang. ya,\u201d tuturnya. Tambahan medali emas dari cabang renang tersebut menjaga Balikpapan tetap berada pada persaingan papan atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1659\" data-end=\"2148\">Lebih lanjut, Ratih menegaskan bahwa capaian prestasi atlet tidak diraih secara instan, melainkan hasil dari pembinaan jangka panjang yang terstruktur. \u201cYa itulah penyiapan kita, mulai kita melakukan seleksi, melakukan asistensi dengan cabor. Karena kan penetapan atlet ini juga kita alokasikan dengan anggaran. Kemudian kita sudah memberikan pelatihan Balikpapan juara, pelatihan kepada cabor khususnya pelatih, serta bagaimana strategi di dalam memenangkan pertandingan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2150\" data-end=\"2399\">Menutup penyampaiannya, Ratih memberikan pesan motivasi untuk atlet Balikpapan yang masih bertarung pada laga penentu. \u201cSemoga bapak-bapak juara muda,\u201d ujarnya, penuh optimisme bahwa Balikpapan masih berpeluang besar keluar sebagai juara umum. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2014 Persaingan perebutan juara umum pada pertandingan olahraga tingkat provinsi semakin memanas menjelang penutupan event. Hingga Kamis (27\/11\/2025), Balikpapan dan Samarinda sama-sama mengoleksi 52 medali emas, meninggalkan tensi persaingan yang kian tajam pada laga penentuan terakhir. Hal tersebut disampaikan Kadisporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, saat memberikan keterangan di Aula Pemkot Balikpapan. Ratih menegaskan bahwa kompetisi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":153170,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[],"class_list":["post-153074","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153074"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153074\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":153171,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153074\/revisions\/153171"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/153170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}