{"id":153076,"date":"2025-11-28T15:57:19","date_gmt":"2025-11-28T07:57:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=153076"},"modified":"2025-11-28T16:05:46","modified_gmt":"2025-11-28T08:05:46","slug":"balikpapan-gaspol-kembangkan-wisata-demi-dongkrak-pad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/balikpapan-gaspol-kembangkan-wisata-demi-dongkrak-pad\/","title":{"rendered":"Balikpapan Gaspol Kembangkan Wisata Demi Dongkrak PAD"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"338\" data-end=\"844\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> \u2014 Sektor pariwisata semakin menjadi tumpuan Pemerintah Kota Balikpapan di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan dorongan kemandirian fiskal daerah. Pengembangan wisata dinilai sebagai strategi penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat fondasi ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, dalam agenda penyampaian pandangan sektor pariwisata di Gedung DPRD Balikpapan, Jumat (28\/11\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"846\" data-end=\"1307\">Fauzi menegaskan bahwa pemerintah kota telah menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan destinasi wisata baru sebagai sumber PAD alternatif di tengah keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat. Ia menilai kreatifitas daerah diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut.<br data-start=\"1115\" data-end=\"1118\" \/>\u201cKomitmen pemerintah kota dalam hal ini wali kota sangat serius menghadirkan wisata-wisata baru. Karena daerah dituntut kreatif sebagai solusi PAD untuk mendukung pembangunan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1309\" data-end=\"1766\">Menurut Fauzi, inovasi menjadi indikator penting dalam penilaian kinerja pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah telah memperkuat arah kebijakan pengembangan wisata melalui evaluasi Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Riparda) yang menjadi dasar penyusunan prioritas jangka panjang.<br data-start=\"1608\" data-end=\"1611\" \/>\u201cInovasi dari Pemkot terlihat dari langkah mereview Riparda. Sepuluh tahun ke depan kita sudah tahu fokusnya apa, unggulan pariwisatanya apa,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1768\" data-end=\"2355\">Ia menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Balikpapan harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan, bukan eksploitasi. Dengan kawasan unggulan seperti hutan lindung Sungai Wain, wisata mangrove, pantai, dan kawasan pesisir, Balikpapan dinilai memiliki daya saing yang kuat untuk mengembangkan konsep pariwisata hijau. Salah satu contoh yang dinilainya telah membuktikan keberhasilan strategi tersebut adalah destinasi wisata Pantai Manggar. \u201cPariwisata Pantai Manggar pendapatannya sudah mencapai sekitar 80 persen dan optimis akhir tahun bisa tembus Rp7\u20138 miliar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2357\" data-end=\"2645\">Dengan optimisme tersebut, DPRD berharap Balikpapan mampu meraih prestasi dalam ajang penilaian pariwisata skala nasional. \u201cOptimis tetap harus ada. Mudah-mudahan hasilnya seperti yang kita harapkan. Target minimal tiga besar, tapi kalau bisa nomor satu tentu lebih baik,\u201d tutupnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_153175\" aria-describedby=\"caption-attachment-153175\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-153175 size-medium\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/photo_2025-11-28_11-11-02-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/photo_2025-11-28_11-11-02-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/photo_2025-11-28_11-11-02-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/photo_2025-11-28_11-11-02-768x432.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/photo_2025-11-28_11-11-02.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-153175\" class=\"wp-caption-text\">Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2652\" data-end=\"3097\">Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus menjadi prioritas pemerintah karena potensinya untuk meningkatkan PAD. Ia menilai Balikpapan memiliki berbagai aset wisata yang belum tergarap maksimal dan berpotensi besar jika dikelola secara terencana dan berkelanjutan. Hal itu ia sampaikan pada hari yang sama, Jumat (28\/11\/2025), di Gedung DPRD Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3099\" data-end=\"3382\">Menurut Taufik, masyarakat Balikpapan membutuhkan lebih banyak pilihan destinasi karena karakter warga yang mudah bosan dengan objek wisata yang monoton.<br data-start=\"3252\" data-end=\"3255\" \/>\u201cWarga sini itu pembosan. Hari ini datang, dua kali datang sudah bosan. Maka kita harus perbanyak destinasi baru,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3384\" data-end=\"4053\">Ia juga mendorong pemerintah untuk belajar dari daerah yang telah berhasil membangun sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi, mulai dari Bali hingga Jogja dan Malang. Salah satu lokasi yang disebutnya memiliki prospek unggul adalah kawasan wisata hutan mangrove, baik di Margo Mulyo maupun Graha Indah, yang dinilai bisa menjadi ikon wisata kota. Selain itu, kawasan Kota Tua Balikpapan Barat juga disebut memiliki potensi besar dengan aset sejarah yang bernilai tinggi.<br data-start=\"3862\" data-end=\"3865\" \/>\u201cDi kota tua itu ada makam Jepang, peninggalan Belanda, tugu, rumah Dahor, meriam. Itu aset sejarah. Tinggal bagaimana pemerintah fokus mengembangkan melalui Dispar dan UMKM,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4055\" data-end=\"4342\">Taufik menegaskan pentingnya peran Dinas Pariwisata (Dispar) dan UMKM dalam mendorong sektor wisata dan usaha turunan seperti retribusi serta pajak hotel dan restoran. Ia menilai peningkatan jumlah destinasi akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penerimaan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4344\" data-end=\"4735\">Lebih jauh, ia menilai Balikpapan memiliki keuntungan strategis sebagai gerbang masuk Ibu Kota Nusantara (IKN) dan harus memanfaatkan momentum tersebut melalui penataan kawasan wisata secara serius.<br data-start=\"4546\" data-end=\"4549\" \/>\u201cBalikpapan punya kesempatan besar. Tinggal keberanian program dan dukungan anggaran dari kepala daerah. Mulai kecil dulu, tapi serius. Kalau berjalan, PAD akan ikut naik,\u201d tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2014 Sektor pariwisata semakin menjadi tumpuan Pemerintah Kota Balikpapan di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan dorongan kemandirian fiskal daerah. Pengembangan wisata dinilai sebagai strategi penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat fondasi ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, dalam agenda penyampaian pandangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":153173,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[14269],"class_list":["post-153076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-fauzi-adi-firmansyah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153076"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":153176,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153076\/revisions\/153176"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/153173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}