{"id":153115,"date":"2025-11-28T14:01:24","date_gmt":"2025-11-28T06:01:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=153115"},"modified":"2025-11-28T14:01:24","modified_gmt":"2025-11-28T06:01:24","slug":"guru-di-kubu-raya-kena-sanksi-pesan-moral-bagi-dunia-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/guru-di-kubu-raya-kena-sanksi-pesan-moral-bagi-dunia-pendidikan\/","title":{"rendered":"Guru di Kubu Raya Kena Sanksi, Pesan Moral bagi Dunia Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"287\" data-end=\"632\"><strong>KUBU RAYA<\/strong> \u2013 Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di kalangan pendidik harus menghadapi kenyataan pahit. Beberapa dijatuhi sanksi berat, bahkan sebagian harus mengakhiri masa pengabdian lebih cepat melalui pemberhentian atau pensiun dini. Langkah tegas ini merupakan hasil evaluasi kinerja pemerintah daerah terhadap ASN di berbagai sektor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"634\" data-end=\"875\">Bupati Kubu Raya, Sujiwo, sebelumnya menyampaikan sekitar 15 ASN akan dikenakan sanksi disiplin. Evaluasi yang dilakukan menemukan pelanggaran serius yang memerlukan tindakan tegas demi menjaga integritas dan kualitas pelayanan publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"877\" data-end=\"1155\">Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Muhammad Firdaus, menegaskan keputusan ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan melalui proses pengkajian yang matang dan pemberian sanksi disesuaikan dengan tingkat kesalahan masing-masing ASN, termasuk para guru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1157\" data-end=\"1422\">\u201cKenyataannya ini pahit, tapi tak bisa dihindarkan dan kami tentu dengan berat hati harus menerima ini,\u201d ujar Firdaus, Kamis (27\/11\/2025) di Sungai Raya. Ia menyayangkan adanya pelanggaran yang berujung sanksi berat bagi sejumlah tenaga pendidik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1424\" data-end=\"1720\">Firdaus menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan di Kubu Raya agar tidak terulang di masa mendatang. \u201cKita harus memperbaiki diri, memperkuat etos kerja. Kita harus bangkit dan kembali menunjukkan pengabdian terbaik kepada peserta didik,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1722\" data-end=\"1894\">Ketua PGRI Kubu Raya, Zainiansyah, membenarkan ASN yang dijatuhi sanksi berasal dari tenaga pendidik. Ia menegaskan keputusan pemerintah tidak diambil secara gegabah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1896\" data-end=\"2115\">\u201cKami sangat berharap kasus seperti ini tak terjadi. Tapi pada akhirnya, semuanya kembali pada personal masing-masing. Pemerintah tidak tiba-tiba memberhentikan ASN. Semua melalui pertimbangan yang panjang,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2117\" data-end=\"2312\">Zainiansyah menambahkan, guru sebagai tenaga fungsional tertentu memiliki peran penting mencetak generasi masa depan. Kedisiplinan dan tanggung jawab adalah hal yang tidak boleh dinegosiasikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2314\" data-end=\"2427\">\u201cKalau kita ingin mencetak generasi emas, maka disiplin dan tanggung jawab guru tidak boleh goyah,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2314\" data-end=\"2427\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUBU RAYA \u2013 Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di kalangan pendidik harus menghadapi kenyataan pahit. Beberapa dijatuhi sanksi berat, bahkan sebagian harus mengakhiri masa pengabdian lebih cepat melalui pemberhentian atau pensiun dini. Langkah tegas ini merupakan hasil evaluasi kinerja pemerintah daerah terhadap ASN di berbagai sektor. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, sebelumnya menyampaikan sekitar 15 ASN &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":153116,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,32],"tags":[],"class_list":["post-153115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kubu-raya-sungai-raya-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153115"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":153117,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153115\/revisions\/153117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/153116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}