{"id":153477,"date":"2025-11-30T09:59:29","date_gmt":"2025-11-30T01:59:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=153477"},"modified":"2025-11-30T09:59:29","modified_gmt":"2025-11-30T01:59:29","slug":"pria-42-tahun-tewas-diterjang-truk-di-anjungan-mempawah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pria-42-tahun-tewas-diterjang-truk-di-anjungan-mempawah\/","title":{"rendered":"Pria 42 Tahun Tewas Diterjang Truk di Anjungan\u2013Mempawah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MEMPAWAH &#8211; <\/strong>Insiden kecelakaan yang mengakibatkan seorang pejalan kaki meninggal dunia kembali terjadi di jalur utama Anjungan\u2013Mempawah. Peristiwa tabrak lari itu berlangsung pada Sabtu (29\/11\/2025), sekitar pukul 02.28 WIB di Jalan Raya Sungai Pinyuh KM 49.00. Hingga kini, kepolisian masih menelusuri kendaraan truk yang diduga kuat sebagai penyebab kecelakaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapospol Sungai Pinyuh, AKP Bambang Siswanto, mengatakan korban diketahui bernama Fransiskus Domi (42), warga Dusun Pak Laheng, Desa Pak Laheng, Kecamatan Toho. Ketika kejadian berlangsung, korban sedang berjalan kaki dari arah Anjungan menuju Mempawah. Kondisi jalan yang sepi pada dini hari diduga membuat pengendara truk melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak korban dari belakang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetibanya di TKP Jalan Raya Sungai Pinyuh KM 49.00 Anjungan-Mempawah, dari arah belakang melintas kendaraan truk dan menabrak tubuh korban yang sedang berjalan kaki,\u201d jelas Bambang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukannya berhenti untuk memberikan pertolongan atau melapor, pengemudi truk justru langsung melarikan diri. Korban kemudian ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan dengan sejumlah luka serius. \u201cUntuk kendaraan truk yang menabrak korban masih belum diketahui identitasnya. Kami masih berusaha melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk menemukan kendaraan beserta supirnya,\u201d ujar Bambang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Luka-luka yang dialami korban cukup parah. Menurut Bambang, Fransiskus mengalami luka robek di bagian kening dan kepala belakang, pendarahan pada hidung, serta luka di kaki dan tangan. Kondisi tersebut membuat korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorban meninggal dunia di TKP akibat luka-luka yang dialaminya,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak kepolisian kini mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar jalur Anjungan\u2013Mempawah dan menggandeng bengkel serta pengusaha truk untuk mendapatkan informasi tambahan. Selain fokus pada pencarian pelaku, kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hingga dini hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus tabrak lari ini menambah daftar insiden lalu lintas di Sungai Pinyuh, sebuah kawasan yang dalam beberapa bulan terakhir kerap menjadi lokasi kecelakaan, baik akibat balap liar, pengemudi mengantuk, maupun kondisi pencahayaan jalan yang minim. Warga berharap penanganan kasus ini segera menemukan titik terang agar keluarga korban mendapatkan keadilan. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMPAWAH &#8211; Insiden kecelakaan yang mengakibatkan seorang pejalan kaki meninggal dunia kembali terjadi di jalur utama Anjungan\u2013Mempawah. Peristiwa tabrak lari itu berlangsung pada Sabtu (29\/11\/2025), sekitar pukul 02.28 WIB di Jalan Raya Sungai Pinyuh KM 49.00. Hingga kini, kepolisian masih menelusuri kendaraan truk yang diduga kuat sebagai penyebab kecelakaan. Kapospol Sungai Pinyuh, AKP Bambang Siswanto, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":153478,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2273,34],"tags":[],"class_list":["post-153477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153477"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":153479,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153477\/revisions\/153479"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/153478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}