{"id":153862,"date":"2025-11-30T15:49:52","date_gmt":"2025-11-30T07:49:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=153862"},"modified":"2025-12-02T16:02:08","modified_gmt":"2025-12-02T08:02:08","slug":"pendapatan-daerah-turun-drastis-golkar-minta-apbd-2026-lebih-selektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pendapatan-daerah-turun-drastis-golkar-minta-apbd-2026-lebih-selektif\/","title":{"rendered":"Pendapatan Daerah Turun Drastis, Golkar Minta APBD 2026 Lebih Selektif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA <\/strong>\u2013 Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan pandangan umum terhadap Nota Penjelasan Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kaltim Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna ke-45 yang digelar di Gedung B Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, pada Sabtu malam (29\/11\/2025). Pada kesempatan itu, Syahariah Mas\u2019ud selaku juru bicara Fraksi Golkar memaparkan sikap dan catatan kritis fraksinya terhadap rancangan anggaran tahun depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan bahwa penyusunan APBD 2026 memiliki posisi strategis karena merupakan bagian dari tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kaltim 2025\u20132029. Karena itu, seluruh program yang dirumuskan harus memperhatikan kesinambungan pembangunan jangka menengah daerah. Syahariah menambahkan bahwa tema pembangunan tahun 2026 adalah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPeningkatan Pondasi Pembangunan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas\u201d, yang diharapkan mampu menggambarkan fokus pemerintah provinsi dalam memperkuat fondasi pembangunan di berbagai sektor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cFraksi Golkar merinci proyeksi pendapatan daerah yang diajukan pemerintah provinsi. Total pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp14,20 triliun, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp10,75 triliun, Pendapatan transfer: Rp3,12 triliun, Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp332,22 miliar,\u201d ujar Syahariah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-153974\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6154293874810096964-300x151.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"353\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6154293874810096964-300x151.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6154293874810096964-1024x516.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6154293874810096964-768x387.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6154293874810096964.jpg 1208w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Ia menegaskan bahwa komposisi pendapatan tersebut menjadi dasar penting untuk menilai kemampuan fiskal daerah dalam menghadapi dinamika keuangan nasional. Sementara itu, total belanja daerah yang diusulkan mencapai Rp15,15 triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBelanja tersebut terbagi ke dalam beberapa pos, yakni Belanja operasional: Rp8,16 triliun, Belanja modal: Rp1,06 triliun, Belanja tidak terduga: Rp33,93 miliar, dan Belanja transfer: Rp5,89 triliun. Adapun untuk sisi pembiayaan, pemerintah provinsi mengajukan rencana penerimaan pembiayaan melalui Sisa Lebih Anggaran (SILPA) sebesar Rp900 miliar,\u201d kata perempuan berhijab ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pandangan umumnya, Fraksi Golkar menyoroti secara serius penurunan alokasi pendanaan dari pemerintah pusat. Syahariah menjelaskan bahwa dana transfer pusat mengalami penurunan drastis mencapai 66,39 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDana transper dari pusat awalnya Rp9,33 triliun ada pemangkasan sekitar Rp6 triliun menjadi Rp3,13 triliun, kondisi tersebut dapat menimbulkan guncangan besar terhadap proses penyusunan APBD 2026, mengingat ketergantungan daerah pada dana transfer masih cukup tinggi, dalam kondisi ini, pemerintah dan DPRD Kaltim perlu benar-benar selektif dalam menentukan skala prioritas pembangunan,\u201d tegas Syahariah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fraksi Golkar meminta agar penyusunan RAPBD 2026 lebih berfokus pada penguatan fondasi pembangunan sesuai delapan arah kebijakan belanja daerah dalam RKPD 2026. Selain itu, RKPD diminta untuk dievaluasi kembali agar tetap selaras dengan kemampuan fiskal yang menurun signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan kondisi fiskal yang menantang, Fraksi Golkar menekankan perlunya kebijakan anggaran yang efisien, terukur, serta berorientasi pada kebutuhan mendesak masyarakat,\u201d tutup wakil rakyat dari daerah pemilihan Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser tersebut. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan pandangan umum terhadap Nota Penjelasan Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kaltim Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna ke-45 yang digelar di Gedung B Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, pada Sabtu malam (29\/11\/2025). Pada kesempatan itu, Syahariah Mas\u2019ud selaku juru bicara &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":153972,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[11890,14294,10767],"class_list":["post-153862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-apbd-2026","tag-rapbd-2026","tag-syahariah-masud"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153862"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153862\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":153973,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153862\/revisions\/153973"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/153972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}