{"id":153980,"date":"2025-12-02T16:09:17","date_gmt":"2025-12-02T08:09:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=153980"},"modified":"2025-12-02T16:09:17","modified_gmt":"2025-12-02T08:09:17","slug":"banjir-rob-mengintai-6-13-desember-bpbd-minta-warga-jangan-lalai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/banjir-rob-mengintai-6-13-desember-bpbd-minta-warga-jangan-lalai\/","title":{"rendered":"Banjir Rob Mengintai 6\u201313 Desember, BPBD Minta Warga Jangan Lalai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"125\" data-end=\"528\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> &#8211; Gelombang ancaman bencana kembali menghantui wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mengeluarkan imbauan siaga darurat menyusul potensi banjir rob yang diperkirakan menghantam wilayah pesisir pada 6\u201313 Desember 2025. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan dampak yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"530\" data-end=\"900\">Peringatan ini dikeluarkan setelah BMKG merilis peringatan dini peningkatan tinggi muka air laut, yang dipicu oleh fenomena astronomi fase perigee, yaitu saat posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi dan bertepatan dengan fase bulan purnama 4 Desember 2025. Kondisi tersebut kerap memicu pasang maksimum air laut dan memperbesar risiko banjir rob.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"902\" data-end=\"1021\">Kalaksa BPBD Kotim, Multazam, menegaskan bahwa masyarakat pesisir perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini. \u201cSehubungan dengan adanya informasi peringatan dini potensi banjir pesisir pada 6\u201313 Desember 2025, dihimbau masyarakat selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut,\u201d kata Multazam, Selasa (02\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1253\" data-end=\"1355\">Menurutnya, puncak peningkatan permukaan air laut diprediksi terjadi bersamaan dengan bulan purnama. \u201cPotensi banjir rob ini diperkirakan akibat posisi bulan yang mendekat ke bumi. Kami mengimbau agar masyarakat rutin memantau informasi cuaca dan kondisi maritim dari BMKG,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1547\" data-end=\"1736\">BPBD Kotim telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan di wilayah rawan. Tiga kecamatan masuk zona waspada, yaitu Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, dan Pulau Hanaut. \u201cKami teruskan informasi peringatan dini kepada satuan kecamatan di tiga wilayah yang terdampak,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1854\" data-end=\"2053\">BPBD kembali mengingatkan agar warga mengamankan dokumen penting, mewaspadai aktivitas di bantaran sungai, serta menghindari perjalanan laut dan pesisir ketika kondisi pasang mencapai puncak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2055\" data-end=\"2213\">Banjir rob berpotensi merendam permukiman, merusak fasilitas umum, hingga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Kewaspadaan penuh kini menjadi kunci utama. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2055\" data-end=\"2213\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Gelombang ancaman bencana kembali menghantui wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mengeluarkan imbauan siaga darurat menyusul potensi banjir rob yang diperkirakan menghantam wilayah pesisir pada 6\u201313 Desember 2025. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan dampak yang lebih luas. Peringatan ini dikeluarkan setelah BMKG merilis peringatan dini &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":153987,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-153980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153980"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":153989,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153980\/revisions\/153989"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/153987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}