{"id":154000,"date":"2025-12-02T16:22:58","date_gmt":"2025-12-02T08:22:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=154000"},"modified":"2026-01-28T15:10:19","modified_gmt":"2026-01-28T07:10:19","slug":"disporapar-bikin-wajah-baru-tugu-burung-tiung-paser","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/disporapar-bikin-wajah-baru-tugu-burung-tiung-paser\/","title":{"rendered":"Disporapar Bikin Wajah Baru Tugu Burung Tiung Paser"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"423\"><strong>PASER<\/strong> \u2014 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mulai merevitalisasi Tugu Burung Tiung yang berada di kawasan Telaga Ungu atau Gentung Temiang, Kecamatan Tanah Grogot. Proyek pembenahan ikon kebanggaan masyarakat Paser ini mendapatkan kucuran anggaran melalui APBD Perubahan 2025, dengan total nilai mencapai Rp300 juta yang dialokasikan untuk perbaikan tugu dan fasilitas pendukung di sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"425\" data-end=\"723\">Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Abdhy Fermana, mengatakan revitalisasi ini bertujuan mengoptimalkan fungsi ruang terbuka publik agar semakin nyaman digunakan masyarakat untuk berkumpul, beraktivitas fisik, serta menjadi kawasan rekreasi keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"725\" data-end=\"864\">\u201cSelain tugu, ada penataan taman, fasilitas fitnes outdoor, dan sarana pendukung aktivitas publik lainnya,\u201d ujar Abdhy, Selasa (02\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"866\" data-end=\"1170\">Ia memastikan bahwa bentuk dasar Tugu Burung Tiung tidak akan diubah, karena burung tiung telah ditetapkan sebagai maskot resmi Kabupaten Paser melalui Peraturan Daerah (Perda). Perubahan dilakukan hanya pada orientasi bangunan agar tampil lebih representatif dan mudah terlihat dari jalan utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1172\" data-end=\"1294\">\u201cYang berbeda nanti adalah arah bangunan yang dibuat menghadap ke jalan, bukan membelakangi seperti sebelumnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1296\" data-end=\"1449\">Perubahan arah tugu dinilai penting untuk memperkuat aspek estetika visual kawasan wisata publik tersebut, sekaligus meningkatkan nilai identitas daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1451\" data-end=\"1805\">Selain melakukan renovasi fisik, Pemkab Paser juga merancang pengembangan fasilitas tambahan di sekitar tugu agar kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat. Salah satu rencana yang dipersiapkan adalah pembangunan lapangan basket 3&#215;3, sarana olahraga populer yang diharapkan menarik minat generasi muda dan meningkatkan kunjungan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1807\" data-end=\"1930\">\u201cKe depan untuk pengembangan, ada penambahan fasilitas olahraga di sekitar Tugu agar meningkatkan kunjungan,\u201d tambah Abdhy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1932\" data-end=\"2212\">Revitalisasi Tugu Burung Tiung menjadi langkah strategis Disporapar Paser dalam menghadirkan sarana ruang terbuka publik yang lebih modern, ramah keluarga, sekaligus memperkuat citra Kabupaten Paser sebagai daerah yang peduli pada pengembangan pariwisata dan fasilitas masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1932\" data-end=\"2212\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASER \u2014 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mulai merevitalisasi Tugu Burung Tiung yang berada di kawasan Telaga Ungu atau Gentung Temiang, Kecamatan Tanah Grogot. Proyek pembenahan ikon kebanggaan masyarakat Paser ini mendapatkan kucuran anggaran melalui APBD Perubahan 2025, dengan total nilai mencapai Rp300 juta yang dialokasikan untuk perbaikan tugu dan fasilitas pendukung di sekitarnya. Kepala Bidang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":154003,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,26,14432],"tags":[],"class_list":["post-154000","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-pemkab-paser"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154000","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154000"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154000\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":154004,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154000\/revisions\/154004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154000"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}