{"id":154131,"date":"2025-12-03T11:41:35","date_gmt":"2025-12-03T03:41:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=154131"},"modified":"2025-12-03T11:41:35","modified_gmt":"2025-12-03T03:41:35","slug":"wah-knalpot-bising-jadi-patung-ikonik-di-pelaihari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wah-knalpot-bising-jadi-patung-ikonik-di-pelaihari\/","title":{"rendered":"Wah! Knalpot Bising Jadi Patung Ikonik di Pelaihari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"260\" data-end=\"698\"><strong>TANAH LAUT<\/strong> &#8211; Stand Polres Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi sorotan utama pengunjung pada ajang Tala Expo 2025 yang berlangsung di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari. Di antara puluhan stand yang memamerkan produk unggulan dan inovasi daerah, Polres Tala berhasil mencuri perhatian dengan cara yang tak biasa: menampilkan patung Kijang Mas raksasa yang terbuat dari sekitar 200 knalpot brong hasil razia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"700\" data-end=\"1003\">Patung satwa ikonik Kabupaten Tala tersebut berdiri gagah di bagian depan stand, memantulkan cahaya lampu pameran dan menarik langkah setiap pengunjung yang lewat. Tak sedikit warga yang langsung berhenti untuk merekam, berfoto, dan mengunggahnya ke media sosial karena bentuknya yang unik dan artistik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1005\" data-end=\"1298\">Data dihimpun pada Rabu (03\/12\/2025), ratusan knalpot brong yang menjadi bahan pembuatan patung itu merupakan barang bukti hasil razia Satlantas Polres Tala sepanjang tahun 2025. Knalpot bising yang sebelumnya menjadi sumber keluhan warga kini berubah menjadi karya seni edukatif berpesan kuat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1300\" data-end=\"1344\"><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1345\" data-end=\"1595\">Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan, melalui Kasat Lantas Polres Tala Iptu Adhitya Rizki Ridhotomo, menjelaskan bahwa patung tersebut dibuat sebagai simbol penindakan tegas terhadap penggunaan knalpot brong sekaligus sarana edukasi publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1597\" data-end=\"1826\">\u201cPemilihan bentuk Kijang Mas karena satwa ini menjadi ikon Tala. Knalpot-knalpot brong ini kami amankan sepanjang tahun dari berbagai razia menindaklanjuti laporan masyarakat, baik melalui WhatsApp maupun Instagram,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1828\" data-end=\"1979\">Adhitya menegaskan bahwa penggunaan knalpot racing hanya diperbolehkan pada kepentingan resmi di arena kompetisi dan bukan untuk dipakai di jalan umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1981\" data-end=\"2176\">\u201cKalau untuk event silakan digunakan. Tapi ketika kembali ke jalan umum, harap diganti lagi ke knalpot standar. Suara bisingnya sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2178\" data-end=\"2293\">Selain itu, ia mengimbau seluruh masyarakat Tala untuk selalu tertib berlalu lintas dan menjaga kenyamanan bersama. \u201cJangan memakai knalpot brong di jalan raya. Mari jaga kenyamanan bersama,\u201d pesannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2417\" data-end=\"2552\">Patung Kijang Mas itu sukses menarik perhatian ribuan pengunjung sejak pembukaan Expo. Salah satunya adalah Yandi, warga Pelaihari. \u201cDari jauh sudah kelihatan mencolok. Ternyata terbuat dari knalpot brong. Keren banget bisa dibuat jadi patung seperti ini,\u201d ujarnya antusias.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2702\" data-end=\"2927\">Tala Expo 2025 sendiri merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanahlaut. Event tahunan ini dibuka pada Sabtu lalu dan berakhir Rabu (3\/12\/2025), dengan berbagai pameran UMKM, hiburan, dan edukasi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2929\" data-end=\"3125\">Patung Kijang Mas berbahan ratusan knalpot brong menjadi simbol bahwa barang sitaan bukan hanya berakhir di gudang, namun dapat direstorasi menjadi karya seni bermanfaat dan pesan moral yang kuat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2929\" data-end=\"3125\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANAH LAUT &#8211; Stand Polres Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi sorotan utama pengunjung pada ajang Tala Expo 2025 yang berlangsung di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari. Di antara puluhan stand yang memamerkan produk unggulan dan inovasi daerah, Polres Tala berhasil mencuri perhatian dengan cara yang tak biasa: menampilkan patung Kijang Mas raksasa yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":154132,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2276,2277],"tags":[],"class_list":["post-154131","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154131"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":154133,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154131\/revisions\/154133"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}