{"id":154143,"date":"2025-12-03T12:11:47","date_gmt":"2025-12-03T04:11:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=154143"},"modified":"2025-12-03T12:11:47","modified_gmt":"2025-12-03T04:11:47","slug":"aksi-spontan-bontang-untuk-sumatera-viral-di-jalan-raya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/aksi-spontan-bontang-untuk-sumatera-viral-di-jalan-raya\/","title":{"rendered":"Aksi Spontan Bontang untuk Sumatera, Viral di Jalan Raya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"370\" data-end=\"719\"><strong>BONTANG<\/strong> \u2014 Aksi kemanusiaan Wakil Wali Kota Bontang sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Bontang, Agus Haris, menjadi sorotan publik. Tanpa protokoler dan tanpa jarak dengan warga, ia turun langsung ke jalan menggalang dana untuk korban bencana banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"721\" data-end=\"1013\">Aksi solidaritas itu dilakukan di Simpang Rumah Sakit Amalia, Bontang Utara, pada Selasa (02\/12\/2025). Penggalangan dana berlangsung selama tiga hari, mulai 1\u20133 Desember 2025. Aksi tersebut sontak menyedot perhatian pengguna jalan yang melintas, baik pengendara roda dua maupun roda empat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1015\" data-end=\"1241\">Agus Haris membeberkan, hanya dalam waktu satu jam, pihaknya berhasil menghimpun donasi sebesar Rp7 juta, angka yang menunjukkan betapa besarnya empati masyarakat Bontang terhadap saudara sebangsa yang dilanda musibah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1243\" data-end=\"1449\">\u201cSetelah terkumpul, langsung kami kirim secara berjenjang melalui rekening pengurus Gerindra Provinsi Kalimantan Timur, lalu diteruskan ke pusat, dan pusat yang menyalurkan ke daerah bencana,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1451\" data-end=\"1644\">Menurut Agus, antusiasme warga Bontang menjadi bukti bahwa solidaritas sosial masih sangat kuat. Banyak warga yang sebelumnya ingin membantu, namun tidak mengetahui jalur penyaluran yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1646\" data-end=\"1827\">\u201cAda juga warga yang ingin membantu tapi bingung harus menyalurkan ke mana. Maka kami turun agar warga yang melintas bisa menyumbang dan Alhamdulillah sangat antusias,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1829\" data-end=\"1988\">Ia menegaskan bahwa aksi ini tidak memiliki target nominal tertentu. Yang terpenting, kata Agus, adalah memastikan bantuan segera diterima para korban bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1990\" data-end=\"2136\">Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan doa dan dukacita mendalam kepada korban banjir, longsor, hingga keluarga yang kehilangan anggota tercinta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2138\" data-end=\"2375\">\u201cIni adalah cobaan dan ujian. Semoga warga yang kehilangan keluarga diberikan kesabaran. Cepat pulih secara psikis dan bangkit kembali menata kehidupan. Peristiwa alam ini datang tiba-tiba, tidak ada yang bisa memprediksi,\u201d harapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2377\" data-end=\"2612\">Aksi kemanusiaan tersebut diperkirakan masih akan terus mendapat dukungan luas dari masyarakat, mengingat dampak bencana di Sumatera belum sepenuhnya pulih. Agus berharap kepedulian ini menggugah lebih banyak pihak untuk ikut bergerak. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2377\" data-end=\"2612\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2014 Aksi kemanusiaan Wakil Wali Kota Bontang sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Bontang, Agus Haris, menjadi sorotan publik. Tanpa protokoler dan tanpa jarak dengan warga, ia turun langsung ke jalan menggalang dana untuk korban bencana banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Aksi solidaritas itu dilakukan di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":154144,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,17,26],"tags":[],"class_list":["post-154143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154143"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154143\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":154145,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154143\/revisions\/154145"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}