{"id":154153,"date":"2025-12-03T15:42:43","date_gmt":"2025-12-03T07:42:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=154153"},"modified":"2025-12-03T15:42:43","modified_gmt":"2025-12-03T07:42:43","slug":"hilang-saat-bermain-dan-memancing-dua-warga-landak-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hilang-saat-bermain-dan-memancing-dua-warga-landak-tewas\/","title":{"rendered":"Hilang saat Bermain dan Memancing, Dua Warga Landak Tewas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>LANDAK &#8211; <\/strong>Suasana duka menyelimuti warga Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah dua warga ditemukan tidak bernyawa di aliran Sungai Landak. Dua korban tersebut adalah seorang anak berusia lima tahun, Muhammad Dirgantara Al Hafiz, dan seorang pria dewasa, Eko Sugianto (41). Keduanya ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa, (02\/12\/2025), setelah pencarian memasuki hari kedua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa keberadaan kedua korban terungkap melalui upaya pencarian intensif yang dilakukan sejak laporan hilang diterima. \u201cPada hari kedua masing-masing korban telah ditemukan tim SAR gabungan, kondisi keduanya sudah meninggal dunia saat ditemukan,\u201d jelas I Made Junetra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa tersebut bermula dari dua kejadian berbeda yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan. Korban pertama, Muhammad Dirgantara Al Hafiz, diketahui tengah berkunjung bersama orang tuanya ke Dusun Mangguk, Desa Mungguk, untuk menghadiri hajatan keluarga pada Minggu, 30 November 2025. Dalam suasana sibuk persiapan acara, keluarga kehilangan jejak sang anak yang sempat terlihat bermain di tepi Sungai Landak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorban terakhir terlihat pada 30 November 2025 pukul 15.00 WIB saat orang tua dan keluarga sibuk dengan kegiatan hajatan, korban terlihat bermain di sekitar pinggiran Sungai Landak dekat rumah keluarganya,\u201d tambah Junetra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, korban kedua, Eko Sugianto, mengalami nasib tragis saat sedang melakukan aktivitas kesehariannya memasang pancing tajur di sungai yang sama. Biasanya ia langsung kembali ke rumah setelah selesai memasang pancing. Namun, pada malam kejadian, ia tak kunjung pulang hingga membuat keluarga cemas. Pencarian dilakukan oleh warga dan dilanjutkan oleh tim SAR hingga akhirnya jasad Eko ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorban biasanya selesai memasang pancing tajur langsung pulang, namun hingga sekitar pukul 00.00 WIB, korban belum kembali ke rumahnya dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,\u201d pungkas Junetra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua peristiwa tenggelam yang terjadi hampir bersamaan ini membuat masyarakat setempat terkejut. Aparat dan petugas SAR mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di dekat sungai, terutama pada musim penghujan yang membuat arus menjadi lebih deras dan berbahaya. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LANDAK &#8211; Suasana duka menyelimuti warga Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah dua warga ditemukan tidak bernyawa di aliran Sungai Landak. Dua korban tersebut adalah seorang anak berusia lima tahun, Muhammad Dirgantara Al Hafiz, dan seorang pria dewasa, Eko Sugianto (41). Keduanya ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa, (02\/12\/2025), setelah pencarian memasuki hari &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":154156,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,2281],"tags":[],"class_list":["post-154153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-landak-ngabang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154153"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154153\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":154157,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154153\/revisions\/154157"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}