{"id":154453,"date":"2025-12-05T14:43:52","date_gmt":"2025-12-05T06:43:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=154453"},"modified":"2025-12-05T14:43:52","modified_gmt":"2025-12-05T06:43:52","slug":"tragis-memetik-daun-singkong-siti-sarah-luka-jari-ditikam-tetangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragis-memetik-daun-singkong-siti-sarah-luka-jari-ditikam-tetangga\/","title":{"rendered":"Tragis! Memetik Daun Singkong, Siti Sarah Luka Jari Ditikam Tetangga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"298\" data-end=\"640\"><strong>BANJARBARU <\/strong>\u2013 Aktivitas memetik pucuk daun singkong di kebun sayur berakhir tragis bagi Siti Sarah, warga Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru. Perempuan itu diserang tetangganya sendiri menggunakan celurit hingga jari telunjuk kanannya terluka, Sabtu (29\/11\/2025) siang di Jalan Caraka Jaya Gang Surya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"642\" data-end=\"890\">Kapolsek Liang Anggang Kompol Imam Suryana melalui Kanit Reskrim Ipda Isman Riskadany menjelaskan, insiden bermula saat korban sedang memetik pucuk daun singkong milik warga bernama Mardiana, yang sudah memberi izin kepada Siti Sarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"892\" data-end=\"1129\">\u201cSaat itu, pelapor sedang memetik pucuk daun singkong dengan izin dari pemilik kebun. Namun, tersangka berinisial A tiba-tiba meneriaki korban dengan sebutan &#8216;maling&#8217;, hingga memicu adu mulut,\u201d ungkap Ipda Isman, Kamis (04\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1131\" data-end=\"1394\">Setelah cekcok, tersangka pulang, mengambil celurit, lalu kembali menyerang Siti Sarah. \u201cIa kemudian menebaskan senjata itu ke arah korban dan mengenai jari telunjuk kanan korban. Saksi sempat melerai sebelum korban dibawa ke rumah sakit,\u201d tambah Isman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1396\" data-end=\"1679\">Unit Opsnal Reskrim Polsek Liang Anggang segera bergerak. Tersangka ditemukan berjalan tak jauh dari lokasi dan langsung diamankan bersama celurit sepanjang 54 centimeter. Dalam pemeriksaan awal, A mengaku menyabetkan celurit sebanyak dua kali ke arah korban hingga melukainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1681\" data-end=\"1814\">\u201cSaat ini tersangka ditahan di Polsek Liang Anggang dan dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan,\u201d ujar Ipda Isman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1816\" data-end=\"2041\">Korban kini menjalani perawatan medis, sementara penyidik masih mendalami motif di balik penyerangan brutal tersebut. Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena dipicu hal sepele, namun berujung kekerasan fisik serius. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1816\" data-end=\"2041\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARBARU \u2013 Aktivitas memetik pucuk daun singkong di kebun sayur berakhir tragis bagi Siti Sarah, warga Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru. Perempuan itu diserang tetangganya sendiri menggunakan celurit hingga jari telunjuk kanannya terluka, Sabtu (29\/11\/2025) siang di Jalan Caraka Jaya Gang Surya. Kapolsek Liang Anggang Kompol Imam Suryana melalui Kanit Reskrim Ipda &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":154454,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,17,2276],"tags":[],"class_list":["post-154453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154453"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154453\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":154455,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154453\/revisions\/154455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}