{"id":15448,"date":"2016-05-13T12:48:03","date_gmt":"2016-05-13T04:48:03","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=15448"},"modified":"2016-05-13T12:48:03","modified_gmt":"2016-05-13T04:48:03","slug":"disporabudpar-agar-berdayakan-warga-dayak-bawakan-kesenian-dayak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/disporabudpar-agar-berdayakan-warga-dayak-bawakan-kesenian-dayak\/","title":{"rendered":"Disporabudpar agar berdayakan Warga Dayak bawakan kesenian Dayak"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_15449\" aria-describedby=\"caption-attachment-15449\" style=\"width: 140px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/lampang-bilung.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-15449 size-medium\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/lampang-bilung-140x300.jpg\" alt=\"lampang bilung\" width=\"140\" height=\"300\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15449\" class=\"wp-caption-text\">Lampang Bilung<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">Salah seorang tokoh Dayak Kenya Kota Balikpapan, Lampang Bilung, mengutarakan kekecewaannya kepada Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Balikpapan, saat sejumlah tokoh masyarakat Kalimantan yang tergabung dalam Persatuan Ormas Asli Kalimantan (POAK) menghadiri pertemuan dengan Komisi IV DPRD Balikpapan, Selasa (03\/05\/2016).<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">Pertemuan yang dilaksanakan di ruang Rapat 1 gedung DPRD Balikpapan itu, dihadiri oleh sejumlah pengurus POAK, manajemen Pertamina, Disperindagkop, Disnaker, Disporabudpar serta Komisi IV DPRD Balikpapan, yang dipimpin Ida Prahastuti.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">Dalam pertemuan itu, ada beberap hal yang menjadi pokok pembahasan. Seperti masalah ketenagakerjaan serta budaya. Di mana dalam hal ini, salah seorang anggota POAK, Lampang Bilung menyampaikan kekecewaannya kepada Disporabudpar Balikpapan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">Menurut Lampang Bilung, dirinya merasa kecewa dan seolah tidak dihargai oleh Disporabudpar. Lantaran tarian Dayak Kenya sering kali dimainkan oleh penari yang bukan orang asli Dayak.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">\u201cSaya sangat kecewa dengan Ibu Oemmy, selaku kepala Disporabudpar. Sebab berkali kali saya minta dengan beliau, agar kami dilibatkan setiap ada acara tari tarian Dayak. Namun apa? Kami tidak pernah ditanggapi,\u201d ujar Lampang Bilung di hadapan para peserta rapat siang itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">Selama ini tari tarian Dayak yang ditampilkan di berbagai acara, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah kota ataupun instansi lain dalam rangkaian acara penyambutan tamu atau kegiatan lainnya, tarian Dayak selalu ditampilkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">\u201cTapi ironisnya, yang menari itu bukan orang kami. Bukan orang asli dayak. Padahal kami kan orang Dayak yang sudah menjadi warga Balikpapan juga. Kenapa kami tidak dilibatkan. Ini kenapa? Kami sangat kecewa. Dan sakit hati kami. Kami lebih bisa menari, sebab itu budaya kami,\u201d ujar Lampang Bilung dengan nada lirih.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">Lampang Bilung juga menyebut, boleh saja tarian dayak itu dimainkan oleh orang lain. Dengan catatan di luar daerah dan tidak disaksikan langsung oleh kami. \u201d Inikan daerah kami. Kami orang Dayak yang ada di sini. Kami hanya jadi penonton, ketika tarian Dayak dimainkan orang lain. Tentu saja kami sangat kecewa,\u201d ujar Lampang Bilung lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">Lebih lanjut Lampang Bilung menyebut, di Kaltim ini saja, warga Dayak yang paling banyak jumlahnya adalah berasal dari Dayak Kenya.\u201dKami warga Dayak Kenya, selalu menjaga budaya kami. Kami menjaga leluhur kami. Tapi kenapa budaya kami dimainkan oleh orang lain,\u201d ujar Lampang Bilung lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">Namun sangat disayangkan, dalam pertemuan POAK dan instansi terkait ini, khususnya Disporabudpar hanya menghadirkan staffnya saja. Sebab kepala Disporabudpar Kota Balikpapan sedang ada kesibukan lain yang tak kalah pentingnya. Namun jawaban dari salah seorang staff Disporabudpar jauh dari substabsi yang dipertanyakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">\u201cTolong sebutkan berapa sanggar tari yang ada di Balikpapan. Itu saja. Jangan lari kemana mana jawabannya,\u201d sahut Ida Prahastuti.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 19.7pt;background: white;vertical-align: baseline;text-align: start;margin: 0cm 0cm 19.5pt 0cm\"><span style=\"color: #555555\">Akibat tidak bisa menjawab pertanyaan itu, Komisi IV DPRD Balikpapan akan mengadakan pertemuan kembali. Dengan agenda menghadirkan Kepala Disporabudpar Kota Balikpapan serta tokoh adat Dayak, berkaitan dengan tarian Dayak yang dimainkan oleh orang lain itu.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah seorang tokoh Dayak Kenya Kota Balikpapan, Lampang Bilung, mengutarakan kekecewaannya kepada Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Balikpapan, saat sejumlah tokoh masyarakat Kalimantan yang tergabung dalam Persatuan Ormas Asli Kalimantan (POAK) menghadiri pertemuan dengan Komisi IV DPRD Balikpapan, Selasa (03\/05\/2016). Pertemuan yang dilaksanakan di ruang Rapat 1 gedung DPRD Balikpapan itu, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15449,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467],"tags":[4651,4652,4653,4654,4655],"class_list":["post-15448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","tag-budaya-dan-pariwisata-disporabudpar-kota-balikpapan","tag-dinas-pemuda","tag-disporabudpar-agar-berdayakan-warga-dayak-bawakan-kesenian-dayak","tag-lampang-bilung","tag-olah-raga"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15448"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15448\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}