{"id":154610,"date":"2025-12-06T16:35:59","date_gmt":"2025-12-06T08:35:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=154610"},"modified":"2025-12-06T16:35:59","modified_gmt":"2025-12-06T08:35:59","slug":"kampung-baru-panik-kebakaran-meluluhlantakkan-dua-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kampung-baru-panik-kebakaran-meluluhlantakkan-dua-rumah\/","title":{"rendered":"Kampung Baru Panik! Kebakaran Meluluhlantakkan Dua Rumah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"228\" data-end=\"535\"><strong>TANAHBUMBU<\/strong> \u2014 Kepanikan menyelimuti warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat, Tanahbumbu, ketika kobaran api tiba-tiba menerangi langit malam pada Sabtu (06\/12\/2025) jelang pergantian hari. Dua rumah warga di Jalan Pesantren dilaporkan hangus dilalap api dalam insiden yang menggemparkan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"537\" data-end=\"709\">Peristiwa dramatis itu terjadi sekitar pukul 23.58 Wita. Warga yang tengah beristirahat terbangun oleh teriakan dan cahaya api yang membumbung tinggi dari salah satu rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"711\" data-end=\"939\">Masyarakat spontan berhamburan keluar rumah dan sebagian dari mereka memegang ponsel untuk merekam kejadian tersebut. Suasana penuh kepanikan terdengar saat warga beristighfar sembari menyaksikan kobaran api yang makin membesar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"941\" data-end=\"1197\">Dua rumah di RT 7 menjadi korban dengan kondisi rusak berat akibat jilatan api yang tak mampu mereka jinakkan dengan cara manual. Beruntung, langkah cepat tim pemadam kebakaran mampu menghentikan penyebaran api yang mengancam permukiman padat penduduk itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1199\" data-end=\"1406\">Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Sayikul Ansyari, menyampaikan laporan awal kejadian diterima pada pukul 23.54 Wita. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, armada pemadam dikerahkan menuju lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1408\" data-end=\"1574\">\u201cOperasi pemadaman berlangsung selama 60 menit, dan seluruh tim dinyatakan kembali ke Posko pada pukul 01.50 Wita dengan situasi yang sudah aman terkendali,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1576\" data-end=\"1802\">Upaya pemadaman dilakukan dengan kekuatan penuh. Total 9 unit armada damkar dan puluhan personel gabungan diterjunkan, termasuk relawan pemadam. Kewaspadaan tinggi itu berhasil mencegah api merembet ke blok permukiman lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1804\" data-end=\"2031\">Bangunan rumah yang terbakar memiliki ukuran sekitar 5\u00d715 meter dan 5\u00d720 meter. Keduanya dinyatakan mengalami kerusakan berat. Penyebab kebakaran hingga kini masih menjadi tanda tanya besar dan tengah diselidiki pihak berwajib.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2033\" data-end=\"2141\">\u201cPenyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib,\u201d tambah Sayikul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2143\" data-end=\"2371\">Insiden tersebut kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja, terutama di wilayah padat penduduk. Warga pun dihimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan sumber api lain di rumah mereka. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2143\" data-end=\"2371\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANAHBUMBU \u2014 Kepanikan menyelimuti warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat, Tanahbumbu, ketika kobaran api tiba-tiba menerangi langit malam pada Sabtu (06\/12\/2025) jelang pergantian hari. Dua rumah warga di Jalan Pesantren dilaporkan hangus dilalap api dalam insiden yang menggemparkan itu. Peristiwa dramatis itu terjadi sekitar pukul 23.58 Wita. Warga yang tengah beristirahat terbangun oleh teriakan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":154612,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2276,2278],"tags":[],"class_list":["post-154610","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154610"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154610\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":154613,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154610\/revisions\/154613"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154612"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}