{"id":154851,"date":"2025-12-08T17:14:23","date_gmt":"2025-12-08T09:14:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=154851"},"modified":"2025-12-08T17:14:23","modified_gmt":"2025-12-08T09:14:23","slug":"ppu-tegas-pelayanan-buruk-di-rsud-akan-dibersihkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ppu-tegas-pelayanan-buruk-di-rsud-akan-dibersihkan\/","title":{"rendered":"PPU Tegas! Pelayanan Buruk di RSUD Akan Dibersihkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"250\" data-end=\"557\"><strong>PENAJAM PASER UTARA<\/strong> \u2014 Suasana apel pegawai di RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam mendadak memanas, Senin (08\/11\/2025). Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, melontarkan peringatan keras terkait kualitas pelayanan rumah sakit yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"559\" data-end=\"783\">Di depan jajaran tenaga kesehatan dan pejabat rumah sakit, Waris menegaskan bahwa tidak ada lagi toleransi terhadap layanan lambat, administrasi berbelit, serta sikap petugas kesehatan yang terkesan tidak peduli pada pasien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"559\" data-end=\"783\">\u201cSaya tidak mau dengar ada pasien menunggu satu sampai dua jam tanpa dilayani. Kalau ada petugas yang sering dikeluhkan, awal tahun akan dilakukan penyegaran dan rolling,\u201d tegasnya, disambut hening dari barisan pegawai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1012\" data-end=\"1301\">Waris mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat terus berdatangan, termasuk laporan buruknya komunikasi beberapa petugas medis dengan pasien dan keluarga mereka. Ia mengingatkan bahwa tugas utama rumah sakit bukan hanya menjalankan prosedur, tetapi menyelamatkan nyawa dan memberi ketenangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1012\" data-end=\"1301\">\u201cLayani masyarakat dengan hati. Jangan hanya menggugurkan kewajiban. Pastikan pasien pulang dengan perasaan tenang karena dilayani dengan baik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1464\" data-end=\"1676\">Wakil Bupati juga menginstruksikan agar fasilitas ambulans dan sistem rujukan antar rumah sakit tidak boleh lambat atau mengalami hambatan, mengingat banyak pasien yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1678\" data-end=\"1861\">Menurutnya, tidak boleh ada perlakuan berbeda antara pasien mampu dan kurang mampu, karena setiap pasien yang datang ke rumah sakit memiliki hak untuk ditolong tanpa diskriminasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1678\" data-end=\"1861\">\u201cKami ingin rumah sakit ini menjadi tempat masyarakat mendapatkan pertolongan cepat, tepat, dan penuh empati. Dari registrasi hingga pasien pulang, semua pelayanan harus baik,\u201d pungkasnya, menegaskan komitmen Pemkab PPU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2091\" data-end=\"2348\">Instruksi tegas itu menjadi tanda bahwa pemerintah daerah tidak akan lagi menoleransi pelayanan kesehatan yang mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Publik pun menunggu tindak lanjut evaluasi besar-besaran di tubuh RSUD RAPB dalam waktu dekat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAJAM PASER UTARA \u2014 Suasana apel pegawai di RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam mendadak memanas, Senin (08\/11\/2025). Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, melontarkan peringatan keras terkait kualitas pelayanan rumah sakit yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat. Di depan jajaran tenaga kesehatan dan pejabat rumah sakit, Waris menegaskan bahwa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":154952,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[],"class_list":["post-154851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154851"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154851\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":154953,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154851\/revisions\/154953"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154952"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}